Pikiran Rakyat
USD Jual 14.365,00 Beli 14.065,00 | Berawan, 19.7 ° C

Sering Makan Justru Bagian dari Diet Sehat

Siska Nirmala
Ilustrasi.*/CANVA
Ilustrasi.*/CANVA

KONSEP diet sehat yang awam bagi banyak orang adalah banyak mengonsumsi buah dan sayuran, serta mengurangi gula dan gorengan. Namun, konsep yang kurang dikenal dari diet sehat adalah seberapa sering Anda harus makan, dan seberapa cepat.

"Metabolisme tubuh dapat dibandingkan dengan perapian. Harus diisi ulang secara teratur agar bekerja dengan baik," ujar  Heiko Griguhn, seperti dilaporkan DPA, dilansir Kantor Berita Antara.

Griguhn mengatakan bahwa orang yang ingin menurunkan berat badan kerap membuat kesalahan dan jarang makan. Padahal, dalam diet yang sehat justru direkomendasikan agar makan dalam tempo yang sering. Yakni lima hingga tujuh kali sehari.

Dalam jeda yang panjang tanpa asupan makanan, tubuh akan mencoba menghemat energi dengan mengurangi jumlah kalori yang terbakar. Selain itu, jika Anda pulang kerja karena kelaparan, Anda cenderung makan makanan cepat saji atau permen.

Griguhn menyarankan agar makan camilan di sore hari untuk menghindari gula darah rendah. Untuk memertahankan berat badan yang sehat, penting untuk tidak mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang Anda bakar. Griguhn mengatakan, penting untuk membuat pilihan camilan yang bijak.

"Porsi kecil sayuran atau camilan lainnya boleh di sela sarapan, makan siang, dan makan malam," ujarnya. Makan sehat tidak hanya melibatkan "apa" dan "seberapa sering", tetapi juga "bagaimana".

Banyak dari kita diberitahu di masa kecil, agar jangan makan terlalu cepat. Hal ini karena nafsu makan dan rasa kenyang diatur oleh otak. Lebih tepatnya, oleh kelenjar hipofisis di dasarnya, kata ahli gizi Birgit Schramm.

Tubuh melepaskan pembawa pesan kimia (chemical messengers) yang memberitahu otak ketika asupan makanan telah tercukupi.

Ilustrasi.*/CANVA

"Makan secara perlahan membuat otak lebih gampang menerima sinyal kenyang yang dikirim oleh tubuh," katanya. Proses ini terhambat dengan makan cepat, atau dengan "ngemil" terlalu banyak makanan ringan di antara waktu makan.

"Dan mengunyah adalah persiapan untuk pencernaan. Potongan makanan harus dipecah oleh zat kimia di perut dan usus kecil. Itu membuat perbedaan apakah Anda menelan sepotong besar wortel atau mengunyahnya dengan benar terlebih dahulu," ucap Schramm.

Para ahli merekomendasikan untuk mengunyah setiap suapan makanan sebanyak 15 hingga 30 kali. Untuk melakukan ini, Anda harus memberi cukup waktu untuk makan, tentu saja. 
Schramm merekomendasikan 15 hingga 20 menit untuk makan siang yang tepat, dan sekitar lima hingga delapan menit untuk sandwich, misalnya.

Penting juga untuk minum banyak cairan, termasuk saat makan. Ahli gizi Manuela Martin mengatakan, "Ini mensimulasikan produksi pencernaan. Dan makanan yang mengandung serat makanan bisa lebih baik dicerna dengan air yang cukup." 
Tetapi jangan menelan makanan yang Anda gigit dengan minuman Anda, jika tidak, Anda mungkin tidak cukup mengunyahnya, katanya. Lebih baik berhenti makan sejenak sebelum Anda minum, dan kemudian melanjutkan makan.***

Bagikan: