Pikiran Rakyat
USD Jual 14.289,00 Beli 14.191,00 | Sebagian cerah, 32.2 ° C

Memahami Pentingnya Pemeriksaan Medis

Eva Nuroniatul Fahas
Ilustrasi.*/CANVA
Ilustrasi.*/CANVA

Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. Angkanya mencapai 30%.

Penyakit jantung sering dihubungkan dengan faktor stres dan modernisasi. Pola hidup sehat semakin jauh dari aktivitas masyarakat karena perubahan zaman yang serbainstan.

Tak heran, penyakit jantung tak lagi disematkan pada kalangan usia tertentu. Orang dengan usia muda dan produktif pun bisa ter­serang penyakit jantung. Kapan saja. Juga tak mengenal gender.

Selain mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dan kembali mengonsumsi lebih banyak sumber makanan alami, menjaga kesehatan jantung juga ada banyak caranya.

Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan rutin kesehatan kardiovaskular. Manajer Pelayanan Medis Rumah Sakit Melinda 2 Bandung, Herwindo menjelaskan, pemeriksaan kesehatan berkala dapat menurunkan angka risiko akut pada penyakit jantung.

Menurut dia, pemeriksaan kesehatan berkala bisa dilakukan kapan saja dan oleh siapa saja. Jangan menunggu sampai timbul gejala, sebab akan lebih berisiko jika ternyata mengidap gangguan kesehatan seperti sakit jantung.

Pemeriksaan kesehatan atau yang biasa dikenal dengan sebutan pemeriksaan medis/medical check up (MCU) memang ditujukan bagi orang yang sedang sehat. "MCU jantung menjadi penting sebagai deteksi dini menghindari risiko dan penyesalan yang terlambat akibat penyakit jantung," ujarnya ketika ditemui di RS Melinda 2, Jalan Dr Cipto Nomor 1, Bandung, Selasa, 11 Desember 2018.

Ada beberapa cara untuk mengecek kesehatan jantung. Salah satunya menggunakan metode EKG (elektrokardiogram).

Pemeriksaan ini untuk mendeteksi kelainan dengan mengukur aktivitas listrik yang dihasilkan oleh jantung, sebagaimana jantung berkontraksi.

Pemeriksaan Jantung EKG dapat membantu mendiagnosis berbagai kondisi penyakit jantung seperti aritmia jantung, pembesaran jantung, peradangan jantung (perikarditis atau miokarditis), dan penyakit jantung koroner.

Tes diagnostik kesehatan jantung lain bisa menggunakan alat treadmill. Tes treadmill ini untuk mengukur stres jantung, menentukan seberapa baik jantung bekerja, dan merespons stres eksternal.

Tujuannya mengevaluasi seberapa baik jantung menangani kegiatan atau pemakaian tenaga yang lebih dari yang biasa digunakan. Jenis tes ini sangat efektif dalam mendeteksi penyakit kardiovaskular dan mengevaluasi risiko atau kemungkinan seseorang terjerumus ke penyakit jantung kronis.

"Pada MCU jantung ini ada beberapa paket yang bisa ditawarkan. Masing-masing paket bergantung pada kebutuhan seseorang memeriksakan jantungnya. Misalnya, ada paket yang memeriksa jantung menggunakan CT cardiac nonkontras. Paket lainnya menggunakan kontras untuk pemeriksaan CT. Perbedaannya ada pada akurasi pemeriksaan. Pemeriksaan dengan kontras tentu lebih presisi memperlihatkan serabut pembuluh darah dibandingkan dengan CT tanpa kontras. Pemeriksaan ini biasanya di­pilih oleh mereka yang sudah memiliki riwayat sakit jantung di keluarga atau mengalami gejala serangan jantung," tutur Herwindo.

Ilustrasi.*/CANVA

Pranikah dan perusahaan

Selain mendeteksi dini kesehatan jantung, MCU juga bisa dilakukan oleh calon pengantin sebagai pemeriksaan kesehatan pranikah. Sudah banyak pasangan yang peduli akan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah.

Menurut Herwindo, pemeriksaan itu selain mendiagnosis penyakit menular, juga bisa digunakan sebagai pemeriksaan kesehatan reproduksi. Misalnya, pemeriksaan TORCH ­(Toksoplasma, Ru­bela, Cytomegalovirus/CMV, dan Herpes simplex), yakni penyakit-penyakit yang bisa berpengaruh pada kesehatan reproduksi dan kehamilan.

"MCU pranikah juga bisa memeriksa penyakit menular seperti STD (sex transmitted disease) atau penyakit seks menular, juga penyakit lain seperti hepatitis. Screening HBsAg jadi salah satunya. Jika ditemukan sejak awal, calon pengantin dapat segera menangani penyakitnya agar tidak menyesal di kemudian hari setelah menikah," ujarnya.

MCU bisa juga menjadi tahapan penting pada perusahaan. Sudah wajar di kalangan pekerja, pemeriksaan kesehatan dilakukan sebelum direkrut masuk perusahaan. Hal itu untuk menghindari risiko kesehatan saat sudah menjadi pegawai karena diketahui sejak dini.

"Nanti berhubungan dengan produktivitas kerja. Jika sering sakit dan ternyata butuh penanganan panjang, juga bisa berpengaruh pada performa perusahaan. Oleh karena itu, semakin banyak peru­sahaan yang peduli melakukan pemeriksaan kesehatan di awal penerimaan pegawai," kata Herwindo.

Bukan hanya itu, pemeriksaan berkala juga mulai banyak dilakukan banyak perusahaan, terutama perusahaan besar. Idealnya, pemeriksaan kesehatan dilakukan dua tahun sekali. Atau bisa lebih cepat, bergantung pada kondisi kesehatan seseorang.

Selain jantung dan penyakit menular, juga dapat diperiksa kesehatan darah, mata, telinga, ginjal, hati, diabetes, hingga papsmear. Biasanya, sebelum pemeriksaan kesehatan dilakukan, pasien berpuasa semalam sebelumnya.

"Pemeriksaan dilakukan pagi hari. Hasilnya akan keluar dalam tiga hari," ujar Herwindo.

Masih banyak orang yang belum memahami pentingnya MCU. Sebagian merasa tidak perlu karena merasa tidak mengalami gejala sakit tertentu. Apalagi untuk korporat. Akan tetapi, Herwindo menyarankan, sebaiknya MCU mendapat perhatian dan tidak dianggap sebagai cost, tetapi investasi jangka panjang.***

Bagikan: