Pikiran Rakyat
USD Jual 14.080,00 Beli 13.780,00 | Sebagian berawan, 20.2 ° C

Tren 2019, Tampil Modis dengan Velcro Sandal

Eva Nuroniatul Fahas
Ilustrasi.*/PINTEREST
Ilustrasi.*/PINTEREST

Perjalanan tahun 2018 segera berakhir. Menyambut tahun yang baru dengan segudang rencana bisa dimulai dengan menyiapkan alas kaki yang nyaman.

Tren alas kaki 2019 untuk perempuan bisa saja aneka heels seperti heel-boots atau stiletto. Akan tetapi, siapa saja setuju bahwa sepatu dan sandal yang nyaman akan selalu jadi favorit.

Salah satu pilihan yang disukai adalah velcro sandal. Jenis sandal ini dapat dikatakan tahan banting untuk segala kondisi cuaca. Dua dekade silam, sandal jenis ini juga tampil sebagai tren, dikenal dengan sebutan sandal gunung. Meski untuk keselamatan saat mendaki, sandal gunung sama sekali tidak disarankan dikenakan.

Dari tren tersebut, sandal ini didominasi oleh pengguna laki-laki. Terutama kalangan pria paruh baya yang melihat alas kaki jenis ini sangat fleksibel, dinamis, dan, menurut mereka, bisa dikenakan ke mana saja. Untuk acara apa saja.

Oleh karena itu, sebutan dad sandal melekat pada sandal jenis ini. Akan tetapi, sebutan itu tidak pas lagi setelah rumah mode Chanel membuat gebrakan tren alas kaki pada 2016. Sandal-sandal flatform dengan tali strap dan aneka ragam motif melenggang cantik di atas panggung runway.

Rupanya, si sandal bapak-bapak ini bisa juga tampil modis. Di rentang tahun 2017-2018, popularitas velcro sandal, strap sandal, atau flatform-bulky sandal diincar banyak penggemar mode.

Dikutip dari laman The Guardian, kebangkitan velcro strap sandal justru dimulai lebih dulu oleh Prada. Ketika rumah mode ini mengeluarkan dad sandal dengan taburan manik-manik di atasnya.
Musim panas 2018, desainer Christopher Raeburn bekerja sama dengan Gola menciptakan hiking sandal yang multifungsi.

"Sandal ini gabungan feminitas dan fungsi yang bekerja sama. Saya banyak mengambil inspirasi dari orang-orang di media sosial. Saya pikir semua merek membuat misi yang sama. Yang jadi pembeda, salah satunya bentuk dan motifnya," tuturnya.

Dua tahun terakhir juga menjadi pasar yang mudah bagi Teva, salah satu produsen sandal. Teva konsisten membuat produk sandal yang nyaman dan fungsional. Bonusnya, dengan tren mode saat ini, sandal-sandal mereka masuk juga ke genre gaya feminin-chic.

Tentu saja, bagian yang cukup sulit mengubah imaji sandal ini agar tidak kebapakan, adalah cara padu padannya. Apalagi saat musim panas tiba, sandal jenis ini sangat cocok jadi pilihan.

Padukan dengan jeans dan T-shirt, Anda siap berjalan-jalan ke mana pun. Ingin tampil manis, kenakan midi dress dengan velcro sandal, voila gaya kasual chic sudah didapat.

Dibuat bulky

Laman Standard menetapkan bahwa velcro sandal adalah hot item di 2018. Semakin chunky alas kaki Anda, semakin bergaya.

Balenciaga showcased pada 2017 menampilkan sepatu bergaya bulky dan chunky. Sejak saat itu, alas kaki dengan sentuhan chunky dianggap tren yang keren.

Banyak rumah mode selanjutnya yang mengadopsi velcro sandal dan ide alas kaki chunky. Sebut saja Marc Jacobs, Miu Miu, atau Rick Owens yang menampilkan alas kaki yang dianggap aneh untuk pertama kali, tetapi kaya akan statement.

Kebanyakan menggunakan penutup velcro pada tali sandal dan hampir semua memadukannya dengan kaus kaki. Citra sandal gunung plus kaus kaki ada­lah gaya bapak-bapak, hilang sudah dari pertunjukan fashion tersebut.

Bahkan, Kanye West, rapper yang punya pengaruh besar di industri hiburan mengamini jenis sandal ini. Pada koleksi apparel miliknya, Yeezy, musim panas tahun ini, ia mengeluarkan produk alas kaki yang juga bernapaskan chunky.

Banyak kalangan menganggap sandal model ini sebagai ugly sandals atau sandal buruk. Akan tetapi, sepertinya lebih banyak lagi brand besar yang mengeluarkan produk semacam ini pada tahun depan. Karena yang kelihatannya keren, akan tersalip dengan yang membuat nyaman.***

Bagikan: