Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Umumnya berawan, 17.7 ° C

Sambut Telefon Seluler Lipat, Apakah Ekosistem ”Smartphone” Siap?

Asep Budiman

SAMSUNG dan Royole telah mengumumkan layar OLED yang dapat dilipat. Produsen lain termasuk LG, Sharp, dan BOE dari Tiongkok juga siap meluncurkan telefon pintar lipat. Layar lipat membuka kemungkinan platform seluler baru yang inovatif.

Firma riset pasar Counterpoint menyebutkan ada dua bentuk layar yang memungkinkan hal tersebut. Pertama, perangkat layar ganda yang dapat dimulai dengan layar yang lebih kecil dan diperluas ke layar yang lebih besar ketika dilipat (fitur kontinuitas layar).

Kedua, perangkat dengan layar lipat yang aktif ketika tidak dilipat. Inovasi ini menciptakan pengalaman baru dengan mempertahankan dimensi seperti telefon seluler cerdas. Ada beberapa tantangan yang harus diatasi oleh produsen telefon seluler sebelum ada adopsi teknologi secara massal.

Smartphone yang dilipat kemungkinan akan menciptakan beberapa masalah kegunaan, misalnya ergonomi. Telefon pintar harus dirancang untuk penggunaan satu tangan. 

Faktor ini sangat penting dalam menentukan dimensi eksternal keseluruhan dari smartphone. Bezel menjadi lebih ramping karena perancang smartphone berusaha memaksimalkan ukuran layar sambil mempertahankan dimensi eksternal yang ringkas.

Tampilan OLED yang fleksibel telah dipamerkan oleh banyak produsen selama beberapa tahun terakhir, tetapi peluncuran komersial belum terjadi. Pasokan yang terbatas akan memengaruhi skala produksi potensial. 

Faktor layar



Layar adalah komponen utama dalam smartphone sekitar 30 persen dari biaya material dalam smartphone premium. Oleh karena itu, harga layar yang lebih tinggi akan secara langsung memengaruhi biaya smartphone atau berdampak terhadap keuntungan.

Masalah lainnya, belum ada rasio aspek atau ukuran latar yang standar di seluruh pabrikan. Oleh karena itu, aplikasi yang berjalan di perangkat harus dioptimalkan untuk pengalaman pengguna yang lebih baik.

Saat ini konsumen terbiasa dengan telefon seluler ramping dengan layar lebih dari 6 inci. Perangkat layar yang lebih besar seperti tablet kurang diminati karena konsumen telah beralih ke telefon cerdas.

Namun, telefon lipat kemungkinan cenderung lebih besar dari smartphone sekarang. Pabrikan perlu mempertimbangkan toleransi konsumen terhadap besaran telefon lipat agar tetap nyaman digenggam.

Perlombaan teknologi 5G sudah tak terelakkan. Ini juga menjadi tantangan bagi pabrikan untuk membuat desain antena yang rumit. Kinerja antena sangat sensitif terhadap penempatan dan struktur lain di dalam perangkat. Meskipun demikian, kerumitan desain antena ini tidak terbatas hanya untuk 5G.

Layar lebih besar juga menuntut baterai yang lebih besar sehingga akan memengaruhi ketebalan perangkat. Oleh karena itu, pabrikan perlu menemukan keseimbangan antara kinerja dan masa pakai baterai di perangkat yang dapat dilipat.

Ekosistem android



Banyak aplikasi hanya dirancang untuk berfungsi pada perangkat tampilan 4 inci hingga 6,5 inci dan rasio aspek yang berlaku. Kabar baiknya, sebagian besar pengembang aplikasi populer mendorong pembaruan rutin dengan memasukkan fitur-fitur baru.

Sejalan dengan distribusi versi Android, sebagian besar aplikasi mendukung perangkat yang menjalankan versi Android yang lebih lama. Sebagai contoh, lebih dari 80 persen aplikasi masih mendukung perangkat Android yang berjalan di KitKat. Ini menunjukkan fleksibilitas platform pengembangan aplikasi Android akan membantu Google untuk mendorong pembaruan antarmuka pemrograman aplikasi.

Lebih lanjut, Counterpoint menekankan bahwa layar lipat memiliki banyak potensi. Namun, adopsi akhir akan dipengaruhi oleh manfaat yang ditawarkan dan kegunaannya. Setelah ekosistem matang, layar lipat akhirnya akan menggantikan telefon seluler phablet dan perangkat tablet.

Peluncuran telefon seluler lipat awal akan terbatas pada beberapa model di segmen telefon seluler cerdas premium pada 2019. Adopsi teknologi ke perangkat lebih murah akan membutuhkan waktu lebih lama lagi. Pasalnya, biaya produksi yang tinggi dan ketersediaan material yang terbatas.

Untuk pengembang aplikasi, perangkat yang dapat dilipat memberikan peluang untuk menciptakan pengalaman baru bagi pengguna. Meskipun demikian, peluang bisnis akan tetap kecil untuk waktu yang cukup lama karena terbatasnya distribusi perangkat.

Selain itu, kemampuan multitugas Android akan mendorong beberapa pengembang untuk membuat desain antarmuka baru dalam kemitraan dengan aplikasi lain. Namun, antarmuka pengguna yang dinamis akan membawa banyak tantangan kegunaan dan kemungkinan lebih besar tidak cocok dengan aplikasi.***

Bagikan: