Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Cerah berawan, 28.4 ° C

Sutradara Asal Indonesia Ini Garap Video Klip Luby Sparks

Fani Ferdiansyah
Band Jepang Luby Sparks.*
Band Jepang Luby Sparks.*

JAKARTA, (PR).- Belum begitu dikenal di Tanah Air, seorang sutradara bernama Adi Putra justru mendapatkan apresiasi masyarakat Jepang. Adi yang juga merupakan fotografer dan videografer ini, dipecaya label ternama Jepang, Spaceshower, untuk menggarap video klip lagu berjudul “Perfect” dari sebuah band yang sedang naik daun, Luby Sparks pada mini album (I’m) Lost in Sadness.

Hasil karya lulusan University of Southern California jurusan Cinematic arts-Film Production tersebut dipajang pada beberapa videotron di Jepang. Salah satunya di persimpangan tersibuk dunia, yakni Shibuya Cross, Tokyo, Jepang. Karya anak bangsa tersebut, dipajang pada beberapa big screen di jalanan sepanjang Shibuya.

“Tentu senang sekali hasil karya bisa ditampilkan di salah satu persimpangan tersibuk dunia," ujar Adi, seperti ditulis rilis yang diterima "PR".

Wajar saja, untuk memajang videotron di persimpangan tersibuk di dunia tersebut harganya sangat mahal. Bila bukan karya yang sangat bagus tidak mungkin dipajang di videotron di Shibuya Crossing. 

Jalan yang dilalui sutradara muda berusia 29 tahun itu untuk bisa mendapatkan kesempatan luar biasa tersebut tidak mudah. Sebelum mendapat kesempatan menjadi Sutradara band asal Jepang tersebut, ia sudah mengikuti beberapa even besar di Jepang.

Karena itu pula, Adi dilirik menjadi sutradara video kliP dari label musik Jepang bernama Spaceshower itu. Tak sampai di situ, sebelumnya ia juga memukau publik Jepang atas karya-karya fotografinya yang dipamerkan dalam ajang “Unknown Asia Art Exchange 2018 Osaka Jepang” di Harbis Hall Osaka, pada 15-16 September 2018 lalu.

Saat itu, 11 seniman asal Indonesia, termasuk dirinya, diundang untuk mengikuti pameran tersebut.

"Pada gelaran Unknown Asia Art Exchange 2018 Osaka Jepang itu, dipamerkan karya-karya seni baru yang dibuat oleh seniman masa depan," katanya.

Para seniman yang berkumpul di Osaka tersebut mewakili Asia dan Jepang. Karya Adi banyak menerima pujian di pagelaran seni itu.

Dalam pameran yang dihadiri lebih dari 10 ribu tamu dari berbagai negara tersebut, para pengunjung dapat memberikan suaranya untuk memilih siapa seniman yang terbaik dan menilai karya mana paling bagus. Karya-karya Adi dalam pameran tersebut mendapatkan apresiasi yang sangat luar biasa.

Pada gelaran ini, dia mendapatkan empat penghargaan sekaligus. Beberapa diantaranya yakni Judges Prize2 Reviewer Prize dan Sponsor Prize. Untuk Sponsor Prize, Adi Putra harus menyisihkan 200 seniman berbakat asal 10 negara lainnya.

Setelah mendapatan penghargaan tersebut, karya-karyanya kemudian dibuatkan official merchandise, berupa kaus dan casing ponsel. Sebagai apresiasi lainnya, dia kembali diundang untuk memamerkan karyanya di Unknown Asia Extra Asian Art Exchange 2018Daibiru & Festival City pada 19 November 2018, sebagai seniman utama (Main Artist).

Prestasi Adi Putra ini bukan hanya pada gelaran Unknown Asia Art Exchange 2018 Osaka Jepang saja. Sebelumnya, foto karyanya juga sudah pernah dimuat di media Jepang, seperti Nero Magazine Japan yang Di-launching oleh Sean Lennon (Anak dari John lennon dan Yoko Ono), serta Metropolis Magazine Tokyo dimana musisi Shoko Yoshida, terlihat memakai gaun merah dengan penutup muka yang diposting di instagram pribadinya.***

 

 

 

 

 

 

Bagikan: