Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 29.7 ° C

Dilan 1991 Siap Shooting 3 November 2018

Windy Eka Pramudya

SUKSES meraup 6,3 juta penonton, kisah Dilan dan Milea siap dilanjutkan. Masih berdasarkan novel karya Pidi Baiq, film Dilan 1991 siap shooting 3 November 2018.

Karakter utama Dilan dan Milea masih dipercayakan kepada Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla. Sementara itu, penulis skenario dipercayakan kepada Titien Wattimena dan Pidi Baiq.

Produser Ody Mulya Hidayat dari Max Pictures mengungkapkan, setelah Dilan 1991, shooting akan berlanjut dengan film Milea. Hal ini untuk mengejar sebelum perubahan fisik terjadi pada Iqbaal dan Vanesha.

Selain itu, menurut Ody, banyak permintaan dari penggemar Dilan dan Milea yang menginginkan sekuel film ini segera tayang.

"Mulanya kami berencana merilis Dilan 1991 di akhir 2018, tapi ternyata enggak kekejar. Akhirnya, kami akan shooting dua film sekaligus. Untuk Dilan 1991 rencananya tayang 2019, dan Milea tahun depannya," ungkap Ody pada peluncuran Dilan 1991 di The Jayakarta Jalan Ir H Juanda Kota Bandung, Senin, 29 Oktober 2018.

Sementara itu, sutradara Dilan 1991, Fajar Bustomi menyebutkan, kunci film besutannya adalah para pemain. Fajar mengaku, dia deg-degan untuk memulai shooting Dilan 1991. Pasalnya, banyak yang berharap film ini segera tayang.

"Tingginya harapan penggemar kisah ini membuat saya hati-hati membuat Dilan 1991. Saya enggak mau asal bikin ini. Saya senang, karena semangat para pemain masih gaspol. Alhamdulillah proses reading juga lancar," ungkap Fajar.

Menurut Fajar, shooting film Dilan 1991 dan Milea memang bareng. Akan tetapi skenarionya ditulis satu per satu. Setelah Dilan 1991 selesai, Fajar dan timnya baru akan shooting Milea.

"Jika dibandingkan dengan Dilan 1990, proses praproduksi Dilan 1991 enggak sulit. Saya senang saat baca skenarionya. Buat saya, dialog di Dilan 1991 akan lebih kena," ujar Fajar.

Beban Iqbal



Pemeran Dilan, Iqbaal Ramadhan mengatakan, dia senang sekaligus deg-degan. Menurut Iqbaal, kesuksesan Dilan 1990 memberi beban untuk dia. Dia juga menurunkan berat badannya sampai 12 kilogram.

"Pola pikir penonton Dilan 1991 sudah punya ekspektasi dan standar. Saya penginnya kalau di Dilan 1990 bisa kasih 100 persen, di Dilan 1991 harus bisa 1.000 persen," kata Iqbaal.

Iqbaal menyebutkan, tak sulit menumbuhkan lagi chemistry dengan Vanesha. Kendati mereka sudah hampir satu tahun sibuk dengan kegiatan masing-masing, tapi saat bertemu, Iqbaal dan Vanesha langsung menyamakan frekuensi lagi. Menurut Iqbaal, saat bertemu Vanesha, mereka seperti kawan lama yang sudah lama tak jumpa.

"Kalau dari segi karakter, tentu ada perbedaan. Di Dilan 1990, karakter Dilannya selalu terlihat senang dan bikin nyaman Milea. Kalau di Dilan 1991, baru diperlihatkan sisi lain Dilan yang bisa rapuh, sedih, dan galau. Lapisannya Dilan lebih dalam dan saya lebih eksplorasi untuk pengembangan karakter," ujar Iqbaal.

Senada dengan Iqbaal, Vanesha juga mengaku tak sulit memunculkan kembali chemistry. Sudah satu tahun tak bertemu karena aktivitas masing-masing, Vanesha dan Iqbaal langsung banyak ngobrol saat bertemu.

"Aku nonton lagi Dilan 1990, dan baca novelnya juga. Aku sempat reading sama Mas Fajar, sampai nangis," kata Vanesha.***

Bagikan: