Pikiran Rakyat
USD Jual 14.325,00 Beli 14.025,00 | Umumnya berawan, 28 ° C

Burgerkill-Deadsquad Siap Gempur Eropa

Muhammad Irfan
BURGERKILL tampil dalam konser bertajuk Killchestra di Sasana Budaya Ganesha, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Minggu 15 April 2018 sekaligus memperkenalkan album kelimanya, Adamantine. Dalam konser kali ini, mereka juga membawakan sejumlah lagu dalam format orkestra.*
BURGERKILL tampil dalam konser bertajuk Killchestra di Sasana Budaya Ganesha, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Minggu 15 April 2018 sekaligus memperkenalkan album kelimanya, Adamantine. Dalam konser kali ini, mereka juga membawakan sejumlah lagu dalam format orkestra.*

JAKARTA, (PR).- Dua band metal Indonesia Burgerkill dan Deadsquad akan menggempur sejumlah kota di benua Eropa dengan kegaharan musik mereka pada akhir tahun 2018 ini. Berkolaborasi dengan supermusic dalam perhelatan Supermusic Invasion 2018, dua band yang sudah malang melintang di kancah musik metal ini setidaknya akan menyambangi enam sampai lima negara di benua biru itu.

Burgerkill yang berasal dari Bandung akan berangkat lebih dulu pada 15 Oktober 2018. Perancis menjadi negara yang pertama mereka kunjungi untuk kemudian lanjut ke Belgia, Belanda, Jerman, Ceko, hingga Polandia.

Sementara Deadsquad yang berasal dari Jakarta akan berangkat dua hari setelah Burgerkill dengan negara pertamanya, Austria. Dari situ, mereka akan melanjutkan perjalanan ke Jerman, Swiss, Perancis, dan Belanda. Kedua band ini pun dijadwalkan tampil berkolaborasi di Amsterdam Belanda pada 25 Oktober 2018 nanti.

Vokalis Burgerkill, Vicky Mono mengatakan, untuk menyambut tur Eropa ini pihaknya telah mempersiapkan performa mereka dengan tambahan waktu untuk latihan dan olahraga. Vicky pribadi bahkan sudah melakukan persiapan diet dan pantangan makan untuk menjaga kualitas vokal dan stamina.

"Saya juga berharap Tour Invasion 2018 ini akan semakin membuka mata publik mancanegara terhadap musisi-musisi Indonesia," kata Vicky dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018.

Tak dimungkiri publik Eropa sedikit demi sedikit mulai menerima dan lebih tahu tentang musik ekstrim dari Indonesia. Lewat Burgerkill dan Deadsquad di Super Invasion dia pun berharap bisa jadi pembuka gerbang buat yang lain.

"Lain waktu akan lebih banyak band metal Indonesia yang bisa ke sana," kata dia.

Kali pertama



Sementara bagi Deadsquad, Super Invasion 2018 adalah kali pertama bagi mereka. Karena itu, gitaris Deadsquad, Stevi Item tak mau ketinggalan mempersiapkan diri sebaik-baiknya.

"Persiapan sudah matang mulai dari materi lagu, konsep penampilan, hingga urusan pernak pernik," ucap dia.

Stevi menambahkan, poin penting dari Super Invasion adalah pengalaman yang akan bandnya dapatkan dengan tampil di depan publik metal Eropa. Apalagi nanti mereka akan tampil di lebih dari satu negara.

"Karena memang nanti kalau dibayangkan kita akan pindah-pindah kota, beberapa negara dalam satu hari atau bahkan dalam beberapa jam. Kami berharap publik metal di Eropa akan mengetahui keberadaan Deadsquad band metal asal Indonesia dengan kualitas dan karakter yang kami miliki," kata Stevi.

Adapun sejumlah setlist yang akan dimaikan akan berasal dari sejumlah album yang sudah dihasilkan oleh kedua band ini. Tak heran karena keduanya merupakan band yang sudah lama bermain di kancah metal ini.

"Campur lagu lama dan baru, karena di sana suka ada juga orang Indonesia yang sudah ngikutin Burgerkill sejak lama dan minta lagu-lagu lama dimainkan," kata Eben dari Burgerkill.

Sementara Daniel dari Deadsquad menyebut bandnya juga mempersiapkan setlist sesuai dengan karakter skena metal di negara masing-masing. "Ada yang mau lihat penampilan yang lebih teknikal, ada juga yang seneng musik yang kencang banget," ucap dia.

Dukungan untuk musisi Indonesia



Sementara itu, Adjie Aditya Purwaka dari Supermusic menyebut Super Invasion 2018 akan mengguncang publik metal di Eropa lewat aksi dua band ini. Menurut dia, pihaknya ingin menunjukkan dukungan kuat dan mendorong musisi Indonesia untuk memperluas eksistensi mereka ke mancanegara.

Sebelumnya, Supermusic juga sudah konsisten mendukung pergerakan musisi dan industri musik Indonesia setelah sebelumnya mendukung band The Hydrant (Bali), The SIGIT, Mooner (Bandung), dan Kelompong Penerbang Roket (Jakarta) menginvasi benua Australia dan Amerika pada tahun 2016 dan 2017.

"Di tahun ini Supermusic berkomitmen untuk melakukan kolaborasi dengan Deadsquad dan Burgerkill pada program Super Invasion 2018, apalagi kita tahu bahwa kedua band ini memiliki prestasi yang hebat di dalam negeri," kata Adjie.

Bagikan: