Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Umumnya berawan, 24.6 ° C

Malaysia Bidik Pasien Ortopedi Indonesia

Novianti Nurulliah
BANDUNG, (PR).- Gangguan yang menyangkut sistem gerak tubuh menjadi salah gangguan kesehatan yang kerap dirasakan oleh masyarakat umum mulai kalangan muda hingga lanjut usia saat ini. Pembedahan menjadi salah satu pilihan jika pengobatan biasa hingga terapi tidak mampu memecahkan gangguan kesehatan tersebut. Jika tidak segera ditangani, akan berdampak pada masalah kualitas hidup seseorang.

Untuk diketahui gangguan yang menyangkut sistem gerak manusia yang saat ini kerap dirasakan masyarakat seperti nyeri sendi, cedera bahu, panggul dan lutut hingga cedera ligamen.

Ahli bedah ortopedi asal Rumah Sakit Gleneagles Kuala Lumpur, Malaysia dr Abdul Jamal Bin Mohd Thalha mengatakan, gangguan pada ortopedi seperti tulang dan sendi saat ini marak ditemui terlebih dengan aktifitas anak muda yang gemar berolah raga dan juga faktor usia. Bagi mereka yang suka olahraga, cedera di bahu, lutut dan ligamen menjadi resiko yang sering terjadi. Begitu pula dengan orang tua dengan penyakit osteoarthritis. Hal itu terjadi di Malaysia maupun di Indonesia.

"Jaman dulu orang cukup dengan terapi jarang dibedah. Operasi memang bukan pilihan utama masih ada terapi maupun dengan obat-obatan, operasi bisa jadi jalan terakhir," ujar dia kepada "PR", Senin 3 September 2018.

Diakui dia operasi macam tersebut memang belum terlalu dikenal. Tapi saat ini perlahan orang-orang mulai mengenalnya terlebih dengan tingkat keberhasilannya mencapai 90 persen.

"Saat ini teknologi bedah sudah maju, salah satunya Arthoscopy, pembedahan dengan meminimalisir luka yang terbuka," ujar dia.

Menanggapi kecenderungan masalah ortopedi tersebut, Fazal Azwandi Bin Abu Bakar, Manager Internasional Marketing Gleneagles mengatakan pembedahan ortopedi menjadi salah satu keunggulan dari rumah sakit mereka. Kehadiran mereka hanya untuk berbagi informasi mengenai pembedahan ortopedi ke Indonesia khususnya Bandung.

Menurut dia, pembedahan ortopedi di Malaysia cukup banyak dilirik oleh Indonesia. Diakui dia, setidaknya 5.000 pasien asal Indonesia setiap tahunnya berobat ke Gleneagles dengan berbagai keluhan dan di antaranya pembedahan ortopedi.

"Kami merupakan pusat rujukan juga," kata dia.

Dia menambahkan, pihaknya memiliki sejumlah perakatan yang canggih untuk mendukung rujukan tersebut termasuk dengan tenaga medis yang terpecaya dan berpengalaman yang berasal dari lulusan luar negeri seperti Inggris maupun Australia.****
Bagikan: