Pikiran Rakyat
USD Jual 14.240,00 Beli 13.940,00 | Sedikit awan, 23.6 ° C

Festival Kecil untuk WS Rendra, Mengenang Kepergian Si Burung Merak

Bambang Arifianto
IWAN Burnani Toni, pegiat Bengkel Teater memberikan materi workshop pertunjukan di Bengkel Teater Depok, Jalan Raya Cipayung, Kelurahan Cipayung Jaya, Kelurahan Cipayung, Kota Depok, Minggu 5 Agustus 2018. Sejumlah pegiat seni dan pelajar memperingati sembilan tahun kepergian Rendra dengen menggelar festival seni di Bengkel Teater Depok.
IWAN Burnani Toni, pegiat Bengkel Teater memberikan materi workshop pertunjukan di Bengkel Teater Depok, Jalan Raya Cipayung, Kelurahan Cipayung Jaya, Kelurahan Cipayung, Kota Depok, Minggu 5 Agustus 2018. Sejumlah pegiat seni dan pelajar memperingati sembilan tahun kepergian Rendra dengen menggelar festival seni di Bengkel Teater Depok.

PEMUDA itu berdiri membelakangi kursi dengan penuh konsentrasi. Dia tiba-tiba berbalik mendekati kursi dengan tatapan mata menghujam langit. Rupanya ada bulan yang membuatnya terpesona. Tubuhnya kembali bergerak, berjongkok dan mencium bunga yang menebarkan wangi. Namun, raut muka yang ceria itu seketika berubah sedih. Kepalanya tertunduk dan mulai terisak meratapi ibunda yang sakit di kampung halaman.

Perubahan mimik wajah, intonasi suara, gerak tubuhnya begitu cepat. Tetapi penghayatan dan pendalaman semua ekpresi tersebut butuh latihan dan fokus. Dan pemuda itu cukup mampu tenggelam dalam peran yang diberikan.

Adegan tersebut adalah rangkaian workshop dalam Festival Kecil Rendra di Bengkel Teater Rendra, Jalan Raya Cipayung, Kelurahan Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Minggu 5 Agustus 2018. Kegiatan tersebut merupakan peringatan sembilan tahun berpulangnya seniman WS Rendra. Kegiatan diikuti puluhan anak muda yang berstatus mahasiswa, pelajar SMA/SMK, SMP. 

Mereka diajari olah tubuh, vokal, pertunjukan seni oleh pegiat seni di Bengkel Teater. Seperti dalam pemberian materi pertunjukan yang dibawakan pegiat serta pengurus Bengkel Teater Iwan Burnani Toni. Iwan memberikan kesempatan anak-anak muda yang menjadi peserta mempraktikan pelajaran yang didapat darinya.

"Perubahan ekspresi harus terlihat," ucap Iwan kepada para peserta saat mereka mencoba berlatih akting.

Rendra tak main-main terkait urusan kedisplinan. Anggota Bengkel Teater yang telat dalam kegiatan tertentu kena sanksi dengan naik pohon dan bermeditasi di sana. "Satu detik pun kita tidak boleh terlambat," ucapnya.

Bahkan selepas bangun tidur saja, melipat seprei, selimut, membereskan dan membersihkan kasur merupakan kebiasaan yang terus terbawa anggota Bengkel Teater hingga hari tuanya. Kebersihan berpakaian hingga rambut ikut menjadi kewajiban. Celana boleh robek-robek dan rambut gondrong, tetapi kebersihannya adalah hal paling utama. 

Menarik minat



Berbagai materi dan ajaran Rendra menarik perhatian peserta. Yanuar Razak (17), peserta asal SMK Al Hidayah, Lebak Bulus,  Jakarta Selatan mengaku mendapat pengetahuan baru. "Kita bisa mengerti cara menghayati, berpikir bagaimana mendalami karakter," ucap Yanuar.

Menurutnya, kegiatan tersebut pun mengajarkan pentingnya ketenangan di dalam dan di luar diri manusia saat membawakan peran atau karakter tertentu. Hal senada dikemukan peserta berstatus pelajar lainnya, ‎ Ruqi Fahmi (17) dari SMA Sejahtera Kota Depok. "Jadi media teater itu bukan di panggung saja, tetapi media kehidupan juga. Kita enggak cuma ngelihat dari mata tetapi dari indera-indera kita," ucapnya.

Tak hanya workshop, Festival Kecil Rendra menggelar kegiatan tari, musik, musikalisasi puisi, teater, monolog. Beberapa karya puisi Rendra turut dibacakan para pegiat seni. Acara ditutup ziarah ke doa bersama ke makam Rendra yang berada di area Bengkel Teater, Senin 6 Agustus 2018 dini hari. Hari itu, tepat sembilan tahun penyair berjuluk Si Burung Merak berpulang dan meninggalkan karya-karya yang abadi.***

Bagikan: