Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Cerah berawan, 25.6 ° C

Setelah Tampil di 27 Negara, Penampilan Jimbot & Friends di Bandung Amat Energik

Satira Yudatama
PERSONEL Jimbot & Friends menyuguhkan penampilan pada acara "Torotot Jimbot: Carita ti Jomantara" di Kantin Nasion The Panas Dalam, Jalam Ambon, Kota Bandung, Selasa, 24 Juli 2018. Pada kesempatan itu, Jimbot & Friends berbagi pengalaman saat menjalani tur, dan mengadakan lokakarya teknik bermain waditra Jawa Barat, di London pada 22-30 Juni 2018.*
PERSONEL Jimbot & Friends menyuguhkan penampilan pada acara "Torotot Jimbot: Carita ti Jomantara" di Kantin Nasion The Panas Dalam, Jalam Ambon, Kota Bandung, Selasa, 24 Juli 2018. Pada kesempatan itu, Jimbot & Friends berbagi pengalaman saat menjalani tur, dan mengadakan lokakarya teknik bermain waditra Jawa Barat, di London pada 22-30 Juni 2018.*

SUGUHAN "Madenda" yang memuat lirik tentang hakikat manusia sebagai makhluk fana, menghantarkan suasana sentimental. Ungkapan ekspresi penuh penghayatan kian menebalkan gambaran latar emosi yang terdapat pada lagu. Kemasan suguhan itu terjumpa dalam penampilan Iman Jimbot & Friend pada acara "Torotot Jimbot: Carita ti Jomantara" di Kantin Nasion The Panas Dalam, Jalam Ambon, Kota Bandung, Selasa, 24 Juli 2018.



Jimbot & Friends dengan personel Iman Jimbot (vokal, suling), Deni Mulyana (kecapi, gamelan, vokal), Agus Heri (kecapi, rebab), Agus Sunandar (gamelan, suling), Fitri (vokal, gendang), Dadan Kabel (gitar), Rudi H (terompet, biola) mempersembahkan "Madenda" sebagai suguhan pamungkas. Sebelumnya, pentolan grup Jimbot menyampaikan pengantar perihal latar belakang lagu. 



"Lagu merupakan karya kolaborasi dengan musisi asal Spanyol Ana Alcaide yang menyusun bagian aransemen menggunakan harpa. Semoga, suguhan lagu dapat menjadi pengingat bagi kita, niscaya akan pulang ke Tuhan yang Maha Esa ," kata Jimbot yang bernama asli Iman Rohman. 

 

Jimbot menambahkan, grupnya hampir selalu membawakan lagu itu saat menjalani tur luar negeri, di antaranya, Spanyol, dan Inggris. Kendati terkemas dengan lirik bahasa Sunda, lagu itu meraih sambutan hangat penonton setempat yang seakan memahami muatan maksud. 



Personel mempersembahkan sejumlah lagu lain, di antaranya "Fragile" (Sting) dengan kemasan aransemen yang kental akan cita rasa musik tradisi Sunda. Penyertaan kreasi berupa arasemen sarat dinamika, dan improvisasi vokal yang terkesan muncul secara spontan menambah tajam penyampaian pesan. 

Energik



Dari segi gaya penampilan, personel grup, terutama Jimbot terus mempraktikkan aksi energik, kian memadatkan kemasan setiap suguhan lagu. Pada pertengahan penampilan, personel berganti posisi, memainkan instrumen berbeda daripada (posisi) semula. Hal itu menandakan, setiap personel mempunyai keterampilan teknis mumpuni di sejumlah posisi. 





Penari Deri Ardi, dan Mulyawati membarengi sebagian suguhan lagu Jimbot & Friends secara bergantian. Mereka menampilkan tari tradisonal dengan apik, turut merepresentsikan khazanah seni budaya Jawa Barat yang begitu kaya. 



Pada kesempatan itu, Jimbot & Friends berbagi pengalaman saat menjalani tur, dan mengadakan lokakarya teknik bermain waditra Jawa Barat, di London pada 22-30 Juni 2018. Personel berangkat ke London atas undangan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Inggris Rizal Sukma. Bagi personel, aktivitas memanggung di luar negeri berdasarkan inisiasi pihak pemerintah merupakan kesempatan langka. 



"Saya sudah tampil di 27 negara, kebanyakan atas undangan dari sesama musisi. Bangga sekali saat beroleh undangan dari bapak dubes (Rizal Sukma), mencirikan perhatian yang sangat luar biasa. Terima kasih banyak atas dukungan berbagai pihak yang memberi kemudahan bagi kami guna menjalani tur London, di antaranya, Coklat Kita, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, serta jajaran KBRI untuk Kerajaan Inggris , tutur Jimbot.





Perwakilan Coklat Kita DSO Bandung Kota Andri Yulandri mengatakan, turut bangga atas kiprah Jimbot & Friends, mempopulerkan seni budaya Jawa Barat di luar negeri. Pihaknya selalu membuka kesempatan, serta memberi dukungan bagi seniman yang memiliki komitmen mengangkat seni budaya tradisional. 



"Seiring dengan misi kami, membangkitkan gairah, dan melestarikan seni budaya tradisional. Kiprah Jimbot sinergi dengan beberapa program dari Coklat Kita, seperti Sehari Bersama Coklat Kita, Napak Jagat Pasundan, serta Silaturahmi Budaya," ucap Andri.***

Bagikan: