Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 21.4 ° C

Anak Menderita Leukemia, Bagaimana Agar Kebutuhan Gizinya Terjaga

Endah Asih Lestari

TAK hanya penyakitnya, gizi penderita kanker juga harus diperhatikan. Sering kali, penderita kanker mengalami kemerosotan status gizi. Lalu, bagaimana jika anak menderita leukemia atau kanker lainnya? Sementara, dalam keadaan sehat pun sering ditemukan anak susah makan?

Pertanyaan seputar "perlukah saya meng­ubah pola makan mereka?" kemudian menjadi pertanyaan umum bagi orangtua pasien kanker. Gizi yang cukup dan seimbang memang tidak bisa serta-merta menyembuhkan anak dari kanker. Akan tetapi, nutrisi yang baik menjadi salah satu pendu­kung ketika pasien mengalami sekian banyak terapi penyembuhan kanker.

"Gizi cukup dan seimbang untuk anak sehat saja penting, apalagi untuk anak yang mengidap kanker," ucap Dokter Spesialis Anak sekaligus Konsultan Nutrisi dan Penyakit Me­ta­bolik, Julistio Djais, ketika ditemui di Poliklinik Gizi Santosa Hospital Bandung Kopo, Jumat 8 Juni 2018. 

Kanker adalah pertumbuhan jaringan abnormal yang dapat tumbuh terus dengan ganas, invasif  dan menyebar luas ke organ-organ tubuh lainnya bila tidak ditangani secara tepat. Sel-sel kanker ganas ini akan menggerogoti jaringan tubuh sehat dan merampok semua unsur makanan tanpa memedulikan kebutuhan sel-sel normal.

Pada anak, leukemia atau kanker darah adalah jenis kanker yang pa­ling banyak terjadi. Akan tetapi, apa pun jenisnya, penyakit kanker bisa membuat asupan nutrisi tidak sesuai dengan kebutuhan. Di satu sisi, kebutuhan nutrisi meningkat, tapi asup­an ke dalam tubuh tidak mencukupi.

Penyebabnya beragam. "Bisa jadi karena efek samping obat dan terapi kanker berisiko membuat lidah me­ra­sa pahit, perut jadi mual dan mun­tah, sariawan, mulut kering, konstipasi, hingga pada perasaan lelah, ­nyeri, dan depresi," ucap Julistio. 

Efek terburuknya, anak menderita leukemia akan mengalami malnutrisi. Pada pasien kanker, malnutrisi bisa dipicu oleh penyakit atau­pun terapinya. Kondisi malnutrisi bisa diakibatkan penurunan asup­an nutrisi, penurunan aktivitas fisik, serta kekacauan metabolisme seperti peningkatan kebutuhan ­energi, resistensi insulin, serta pe­ningkatan pemecahan lemak dan protein.

Edukasi orangtua anak menderita leukemia dan kanker lain



"Tapi sebelum menangani anak yang menderita kanker, kami menilai dulu apakah yang bersangkutan mengalami maalnutrisi atau tidak. Setelah itu kami rencanakan edukasi kepada orangtua sehingga bisa memberikan makanan yang sesuai," tuturnya. 

Meskipun demikian, banyak pula penderita kanker yang pada awalnya memiliki status gizi baik, berangsur mengalami malanutrisi. "Penyebabnya ya itu tadi, banyak obat kanker yang membuat daya tahan tubuh menurun sehingga jika tidak diba­rengi dengan nutrisi yang baik, da­lam beberapa bulan tubuh bisa kurus karena penurunan berat badan yang drastis. Padahal, pemberian obat ini kan sifatnya jangka panjang," ucap Julistio. 

Modifikasi makanan dan pola makan



Pada anak-anak berstatus sehat, ada sinyal lapar dan ke­nyang yang biasanya menentukan pemberian makan. Jika ditaati, sinyal itu dapat membentuk disiplin makan sehingga anak memiliki tumbuh kembang yang optimal. 

Pada anak menderita leukemia, berbagai gangguan bisa saja menyertai hal tersebut. Untuk itu, modifikasi makan bisa dilakukan. Dia mengingatkan, jumlah ma­kanan yang biasanya dimakan anak tidak boleh berkurang. Nutrisi seperti protein, karbohidrat, sayur, dan buah-buah­an, serta vitamin dan mineral juga harus dipenuhi. 

"Yang tadinya misalnya ma­kan tiga kali sehari, tapi kalau mual dan dimuntahkan lagi, bisa diberikan makanan sedi­kit-sedikit tapi sering. Bisa juga ditambahkan snack dan susu," ujar Julistio.***

Bagikan: