Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 20.9 ° C

Fakta Seputar Tumor Ginekologi, dari Tumor Ovarium Hingga Kista dan Mioma

Eva Nuroniatul Fahas

TUMOR ginekologi terjadi pada organ reproduksi wanita. Tumor ini adalah benjolan yang dapat bersifat jinak dan ganas. Tumor yang bersifat ganas lebih dikenal de­ngan kanker. 

Organ reproduksi wanita, yaitu rahim (uterus) terdiri atas badan rahim (corpus uteri) dan leher rahim (serviks), indung telur (ovarium), saluran telur (tuba falopii), vagina, serta vulva. Dokter Spesi­a­lis Kebidanan dan Kandungan, Konsultan Onkologi Ginekologi Ru­mah Sakit Melinda 2 Bandung, Siti Salima menjelaskan, salah sa­tu tumor ginekologi adalah tumor ovarium. 

Tumor ovarium muncul pada wanita usia reproduksi, antara ­80-85% merupakan tumor jinak. ­Kemungkinan tumor ovarium bersifat ganas pada wanita usia di bawah 45 tahun sekitar 1 dari 15 orang. 

"Tumor ovarium berisi cairan yang kita sebut kista, juga dapat berbentuk tumor padat. Tumor ovarium sering tidak menimbulkan gejala yang spesifik, bahkan tidak ada keluhan. Gejala yang paling ­sering dirasakan adalah perut membesar, perut tidak nyaman atau ­nyeri perut, gangguan buang air ­kecil atau buang air besar," ujar­nya. 

Nyeri haid tidak selalu berarti ada kista, tapi…



Gejala lain di antaranya gangguan hormonal seperti perdarahan di luar siklus haid serta gejala nyeri saat haid yang berlebihan sampai mengganggu aktivitas. Hal itu terjadi umumnya pada kista endometriosis ovarium yang terkadang disebut kista cokelat. 

Jangan panik. Bila terdapat nyeri saat haid, belum tentu selalu ter­dapat kista. Itu karena setiap siklus haid wanita usia reproduksi punya kista normal, yaitu yang disebut dengan kista fungsional. Ukurannya paling besar 3 cm dan muncul saat fase ovulasi atau masa subur sekitar hari ke 12-16 dari haid setiap bulan. 

Kista fungsional akan pecah ­dengan sendirinya sesuai dengan siklus haid. Kista adalah semua ­benjolan yang berisi cairan, dapat terjadi juga di berbagai organ selain organ reproduksi wanita. Kista ova­rium dapat berisi cairan jernih, cairan kecokelatan (endome­t­ri­osis) atau bahkan berisi cairan bercampur dengan rambut serta kuku yang dikenal dengan kista dermoid. 

Tumor ovarium yang bersifat ganas, pada umumnya disertai pem­besaran massa tumor yang cepat, penurunan berat badan, ter­kadang disertai sesak napas karena perut yang membesar, ter­kadang juga timbul cairan di rongga perut.

Apa bedanya tumor jinak dan ganas?



Serupa dengan indung telur, tumor pada rahim juga dapat bersifat jinak maupun ganas. Tumor jinak pada rahim paling banyak be­rupa uterine fibroid atau mioma uteri. 

Mioma dan kista dibedakan dari konsistensinya. Kalau konsistensinya cairan disebut dengan kista dan kalau mioma konsisten­si­nya padat. Mioma uteri merupakan benjolan di rahim dengan konsistensi padat. Letak mioma bisa terdapat di dinding rahim (endo­metrium), otot rahim (miometrium), dan lapisan rahim terluar (serosa). 

Mioma uteri paling sering muncul pada wanita usia reproduksi dan menurun kejadiannya pada usia menopause. Etiologi atau pe­nyebab mioma uteri ini tidak diketahui secara pasti. Faktor hormo­nal, baik estrogen maupun progesteron, ikut berperan dalam terbentuknya dan pertumbuhan mioma uteri. 

Faktor yang memengaruhi kemungkinan terjadinya mioma uteri adalah lamanya paparan hormon ­estrogen seperti pada obesitas, usia haid pertama kali lebih cepat, dan pada wanita dengan riwayat keluarga punya mioma uteri punya risiko 2,5 kali lebih besar mempunyai mioma uteri daripada wanita yang tidak punya riwayat ke­luarga ­dengan mioma uteri.

Mioma uteri sering ditemukan secara tidak sengaja pada peme­riksaan rutin. Gejala yang paling sering muncul adalah perut membesar, rasa tidak nyaman di perut bawah, perdarahan di luar siklus haid, jumlah darah haid yang banyak dan lama, serta gangguan bu­ang air kecil dan buang air besar.

Terapi penderita mioma



Terapi atau penanganan dari mioma uteri dapat dilakukan dengan observasi, tindakan pembedahan atau hormonal, bergantung pada gangguan yang ditimbulkan oleh mioma uteri tersebut. "Misalnya, pembesaran mioma uteri yang signifikan sehingga membuat rasa tidak nyaman, perdarahan terus-menerus, atau mengganggu proses terjadinya kehamilan," ujar Salima.

Tumor pada rahim yang bersifat ganas dapat berupa leiomyo­sar­koma atau kanker dinding rahim. Kanker endometrium sering terjadi pada usia menopause. Gejala yang sering ditimbulkan adalah perdarahan sesudah menopause. 

Tumor ginekologi lain adalah benjolan di vulva (bibir kemaluan) dan sekitarnya. Tumor pada vulva dapat muncul baik di labia ma­yo­ra (bibir kemaluan luar) maupun labia minor (bibir kemaluan da­lam). Salima ­mengatakan, tumor pada vulva salah ­satunya berupa kista bartholin. "Benjolan timbul karena ada penyumbatan pada saluran kelenjar bartholin disebabkan infeksi atau peradangan," ka­tanya.

Bartholin adalah kelenjar yang terletak pada kedua sisi bibir va­gi­na pada alat kelamin perempuan. Kelenjar bartholin mengeluar­kan cairan yang berperan sebagai pelumas saat berhubungan seksual. 

Penyumbatan kelenjar bartholin disebabkan beberapa faktor se­perti infeksi bakteri, iritasi jangka panjang, atau peradangan. Infeksi kista bartholin dapat disebabkan oleh bakteri penyebab infeksi menular seksual, yaitu bakteri Neisseria ­gonorrhoeae yang me­nyebabkan penyakit gonore atau kencing nanah dan bakteri Chlam­ydia trachomatis yang menyebabkan penyakit chlamydia.

Antisipasi kanker vulva sejak dini



Tumor ganas pada vulva dikenal dengan kanker vulva, diketahui ­dengan adanya benjolan pada vulva yang semakin lama semakin bertambah besar disertai darah atau nanah. Jinak atau ganasnya benjolan atau tumor ditentukan oleh hasil biopsi jaringan tumor. 

Tumor pada vagina sering kali muncul pada dinding liangnya. ­"B­iasanya berupa benjolan yang berisi cairan (kista) yang disebabkan oleh tersumbatnya saluran gartner sehingga cairan tetap terkumpul di dalam kantong. Kista gartner adalah salah satu kista pada vagina," ujar Salima

Kista ini terletak pada saluran gartner di dinding vagina. Kista juga bisa terbentuk sejak lahir, berasal dari sisa saluran saat janin yang seharusnya menghilang pada usia dewasa. Kista ini kadang berukuran cukup besar dan terlihat dari liang vagina. 

Umumnya, kista ini tidak berbahaya, tapi karena ukurannya yang besar, kadang menimbulkan keluhan seperti nyeri pada saat melakukan hubungan seksual. Kista ini kadang terdeteksi tanpa se­ngaja saat dilakukan pemeriksaan dalam oleh dokter. ***

Bagikan: