Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 25.6 ° C

Film Bumi Manusia Segera Digarap, Iqbaal Tertantang Perankan Minke

Windy Eka Pramudya

SALAH satu karya sastra Indonesia termasyhur, Bumi Manusia siap difilmkan. Kisah Bumi Manusia merupakan buah karya Pramoedya Ananta Toer yang menjadi buku pertama dari Tetralogi Pulau Buru. Di dunia sastra, Bumi Manusia telah dicetak ke dalam 43 bahasa.

Adalah rumah produksi Falcon Pictures yang akan mewujudkan Bumi Manusia ke dalam film. Pada perilisan film di Yogyakarta, Kamis 24 Mei 2018, hadir para pemeran  yang akan memperkuat Bumi Manusia. Mereka antara lain Iqbaal Ramadhan sebagai Minke, Mawar Eva Dejhong sebagai Annelies, dan Sha Ine Febriyanti sebagai Nyai Ontosoroh. Ada pula Donny Damara dan Ayu Laksmi yang berperan menjadi orangtua Minke. 

Tak ketinggalan hadir pula sutradara Bumi Manusia, Hanung Bramantyo. Sementara Salman Aristo menjadi penulis skenario Bumi Manusia.  

Produser Falcon Pictures, Frederica mengaku sangat tersanjung. Pasalnya dia mendapat kesempatan untuk memproduksi film yang diangkat dari novel karya legenda sastra Indonesia tersebut. 

"Film Bumi Manusia adalah satu langkah ke depan yang penting buat Falcon Pictures. Ini jadi tantangan buat kami bagaimana film Bumi Manusia akan bisa diterima, bukan hanya oleh pecinta novel ini, tapi juga bisa diterima penikmat film pada umumnya dan generasi muda sekarang," kata Frederica lewat siaran pers.

Sementara sutradara Hanung Bramantyo mengatakan, dia seperti mendapat beban berat untuk menyutradarai Bumi Manusia. 

"Saya harus bisa menyuguhkan film Bumi Manusia ini agar bisa diterima semua kalangan. Bagi saya ini tidak mudah," ungkap Hanung. 

Putri ketiga Pramoedya Ananta Toer, Astuti Ananta Toer berharap film ini dapat diserap dunia luar. Menurut Astuti, karya-karya Pram (Pramoedya Ananta Toer) dibuat berdasarkan catatan sejarah, statistik, dan riset mendalam. 

"Saya berharap, mungkin juga Pram, setelah menonton film ini penonton akan diberikan kekuatan agar lebih berani, mencintai keadilan dan kebenaran, berpihak kepada yang benar, berpihak kepada yang adil, dan mencintai keindahan," tutur Astuti. 

Iqbaal tertantang perankan Minke



Pemeran Minke, Iqbaal mengungkapkan, dia bangga dan senang bisa terlibat di Bumi Manusia. Menurut Iqbaal, dia pertama kali membaca Bumi Manusia pada 2016 sebagai salah satu syarat untuk ujian di sekolahnya. Tanpa ekspektasi apapun. 

Sampai suatu hari dia bertemu Hanung saat reading Dilan 1990. Ketika tahu Hanung sedang membangun proyek Bumi Manusia, Iqbaal mengatakan dia sudah membaca novelnya. 

"Buat saya ini tanggung jawab yang besar, karena karakter Minke kuat dan menantang. Mudah-mudahan dengan dukungan semua saya bisa maksimal berperan sebagai Minke," kata Iqbaal.

Iqbaal menyebutkan, banyak sekali pekerjaan rumah untuk film Bumi Manusia. Salah satunya dia harus bisa bahasa Belanda dan Jawa. Selain itu dia juga membangun chemistry dengan Mawar lewat proses workhshop. 

Sementara Sha Ine Febriyanti yang memerankan Nyai Ontosoroh mengatakan, dia sudah jatuh cinta dengan novel Bumi Manusia sejak berusia 20 tahun. Saat Hanung meminta untuk casting, tanpa berpikir panjang, Sha Ine langsung menyanggupi. Dia bersyukur karena mendapat peran Nyai Ontosoroh.

"Buat saya, Nyai Ontosoroh adalah salah perempuan yang agung," ujar Sha Ine.

Novel Bumi Manusia ditulis Pramoedya Ananta Toer ketika ia mendekam di tahanan Pulau Buru. Ia menggunakan kertas bekas bungkusan semen untuk menulis kisah Bumi Manusia, sebelum dituliskan pada 1975. Pada tahun 1980, novel Bumi Manusia sempat beredar bebas, tapi pada 29 Mei 1980 novel ini dilarang beredar oleh Jaksa Agung. 

Novel ini menceritakan kisah roman Minke, seorang pribumi di zaman kolonial Belanda, yang jatuh cinta kepada Annelies, anak blasteran seorang Belanda dengan seorang nyai bernama Nyai Ontosoroh. Ceritanya berlatar belakang sekitar tahun 1890 sampai 1918. 

Film Bumi Manusia akan mulai shooting pada pertengahan bulan Juli 2018. Produksi dan pengambilan gambar akan dilaksanakan di dua negara, yaitu Indonesia (Yogjakarta dan Semarang) dan Belanda.***

Bagikan: