Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Umumnya berawan, 19.9 ° C

Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman di John Wick: Chapter 3 Janjikan Perpaduan Pencak Silat dan CAR

Yusuf Wijanarko

MUNCUL satu lagi bukti bahwa pencak silat adalah jalan terbaik Indonesia saat ini untuk menembus industri perfilman Hollywood.

Setelah Iko Uwais membuat kejutan dengan tampil bersama Mark Wahlberg dalam film Mile 22, kini dua koleganya, Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman dikabarkan akan ambil bagian dalam film seri ketiga petualangan John Wick yang bertajuk John Wick: Chapter 3.

John Wick: Chapter 3 turut dibintangi pula oleh sederet nama tenar seperti Laurence Fishburne, Halle Berry, Angelica Huston, Asia Kate Dillon, dan legenda film laga dari dua dekade silam, Mark Dacascos.

Sebelum bermain dalam John Wick: Chapter 3, baik Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman juga nongol sekejap di film Star Wars: The Force Awakens.

Dalam John Wick: Chapter 3, dua jebolan film The Raid itu akan menemani aktor laga lainnya dari tiongkok, Tiger Hu Chen (Man of Tai Chi). Di laman IMDb, belum ada keterangan tentang keterlibatan Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman. Namun, disebutkan bahwa Tiger Hu Chen akan berperan sebagai anggota triad. Boleh jadi, peran Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman tidak akan jauh berbeda dengannya.

Bisa berada dalam satu film bersama Keanu Reeves merupakan suatu pencapaian luar biasa bagi aktor Indonesia. Hal yang membuatnya lebih membanggakan adalah karena yang menjadi penghubungnya yaitu pencak silat, seni bela diri khas tanah air.

Central Axis Relock



Patut ditunggu bagaimana koreografi pencak silat berpadu dengan pertarungan senjata bergaya Central Axis Relock yang menjadi ciri khas film John Wick.

Central Axis Relock atau CAR dan judo adalah jawaban kenapa koreografi adegan laga yang ditampilkan Keanu Rreeves dalam John Wick: Chapter 2 maupun pada film sebelumnya, John Wick (2014), terlihat berbeda, cantik, dan segar.

CAR adalah teknik memegang senjata api yang didesain supaya lebih taktis dan efisien melumpuhkan lawan dalam pertempuran jarak dekat.

Cara memegang senjata yang unik itu diciptakan Paul Castle dan biasa diperagakan personel militer maupun kepolisian, bukan hanya untuk pistol, tetapi juga senapan serbu dan shotgun.

Alih-alih menodongkan senjata ke depan, teknik ini menempatkan senjata di titik pusat masa tubuh, dekat dengan dada, memudahkan mata membidik, sasaran, serta punya ruang tembak luas.

John Wick: Chapter 3 akan melanjutkan kisah John Wick: Chapter 2 tentang petualangan pembunuh bayaran profesional yang menjalankan misinya di dunia bawah tanah.***

Bagikan: