Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Umumnya berawan, 19.9 ° C

Gelak Tawa di Ruang Sidang Pengadilan Musik dengan Terdakwa Burgerkill

Windy Eka Pramudya
BAND metal Burgerkill pada "DCDC: Pengadilan Musik" di Kantin Nasion The Panas Dalam Jalan Ambon Kota Bandung, Jumat 4 Mei 2018. Mereka diadili setelah sukses menggelar "Killchestra" dan merilis album "Adamantine".*
BAND metal Burgerkill pada "DCDC: Pengadilan Musik" di Kantin Nasion The Panas Dalam Jalan Ambon Kota Bandung, Jumat 4 Mei 2018. Mereka diadili setelah sukses menggelar "Killchestra" dan merilis album "Adamantine".*

KESUKSESAN menggelar ”Killchestra” yang dibarengi dengan perilisan album Adamantine menjadi bukti kegarangan Burgerkill di ranah musik metal. Namun, keberhasilan itu tak serta-merta membuat Burgerkill melenggang tanpa hambatan. Pasalnya, Burgerkill harus menghadapi ”DCDC: Pengadilan Musik” untuk mempertanggungjawabkan berbagai prestasi yang telah mereka raih.

Berlangsung di Kantin Nasion The Panas Dalam, Jalan Ambon, Kota Bandung, Jumat 4 Mei 2018 Burgerkill hadir dengan empat personel. Yaitu Ebenz (gitar), Vicky (vokal), Ramdan (bas), dan Putra (drum).

Sementara itu, gitaris Agung absen hadir karena sedang berada di Tasikmalaya. Di Pengadilan Musik, Burgerkill harus menghadapi jaksa Budi Dalton dan Pidi Baiq, hakim Man Jasad, dan panitera Wanda Urban. Sebagai pembela, hadir Gebeg, Yoga PHB, dan Andre Vinsens.

Budi Dalton langsung memberondong Burgerkill dengan sejumlah pertanyaan. Salah satunya, dari mana ide mengolaborasikan metal dan orkestra. Kenapa tidak berkolaborasi dengan badminton atau karambol? Tentu saja pertanyaan ini mengundang tawa ratusan Begundal--sebutan penggemar Burgerkill--yang memadati ruang sidang.

Adamantine album pertama tanpa produser



Setelah Budi, giliran Pidi Baiq yang bertanya tentang perubahan yang paling terasa setelah mengikuti rekaman dan menggelar konser orkestra. Ebenz menjawab, yang paling signifikan terasa kini saat tampil. Burgerkill merasa lebih rapi, misalnya tempo yang terjaga. Hal ini mereka latih saat harus berkolaborasi dengan musik orkestra.

”Selain bikin konser, kalian juga merilis album Adamantine. Kenapa kalian tidak memakai produser untuk album ini?” tanya Budi.

Menurut Ebenz, di album kelima ini, mereka mulai mengerti bagaimana membuat album yang baik. Mereka tahu, arah album akan ke mana setelah merilis empat album sebelumnya, yaitu ”Dua Sisi”, ”Berkarat”, ”Beyond Coma and Despair”, dan ”Venomous”. Pengalaman membuat mereka merasa tidak perlu produser. Alhasil ”Adamantine” menjadi album pertama yang mereka kerjakan tanpa produser.

Pada Pengadilan Musik kala itu juga diputar videoklip single ”Integral” dari album ”Adamantine”. Setelah ”Integral”, Burgerkill telah menyiapkan videoklip nomor ”Superficial” sebagai single berikutnya. ***

Bagikan: