Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Umumnya berawan, 15 ° C

Advan Secure, Fitur Keamanan Berlapis

Asep Budiman

SEBAGAI merek kebanggaan Indonesia, Advan menjadi satu-satunya merek dalam negeri yang masuk Top 3 untuk merek ponsel pintar terlaris di tanah air. Dari data yang dirilis International Data Corporation (IDC) tahun 2017, Advan mampu bertengger dan sejajar dengan merek global.



Dari data International Data Corporation (IDC), penjualan ponsel pintar Advan meningkat. Pada 2017 Advan menempati posisi ke-3 dengan market share 7,7%. Sebelumnya pada tahun 2016, Advan berada di urutan ke-4 (6,8%).



Marketing Director Advan, Tjandra Lianto, mengatakan, sebagai produk kebanggaan Indonesia, terus berinovasi dan mengembangkan teknologinya. Mulai dari Indonesia Operating System (IDOS), Advan Secure, dan teknologi lainnya yang diterapkan pada produk-produknya.



“Fitur keamanan face ID dan fingeprint yang sedang tren kini di segmen flagship vendor global, Advan i6 telah memilikinya. Benefit lainnya, kami melengkapi tembok keamanan dengan Advan Secure yang dikembangkan sendiri oleh Advan. Kita sadar bahwa di dalam perangkat mobile tersimpan beragam data-data penting,” ucapnya di sela-sela peluncuran Advan i6 di Jakarta pada Selasa, 24 April 2018.



Selain fingerprint dan face ID, Advan Secure yang ada pada G2 adalah Super App Lock, privacy system, dan anti-theft. Super App Lock adalah fitur untuk membuka aplikasi dengan kunci unik. Ketika seseorang mencoba paksa masuk ke dalam perangkat atau salah membuka kunci, akan langsung ketahuan. 



Perangkat akan memfoto pelaku dan mengirimkannya ke surat elektronik pemilik. 

Menjaga kerahasiaan dokumen dan foto



Ada tiga pilihan kunci pada fitur ini, yakni pin lock, pattern lock, dan gesture lock. Metoda kunci itu digunakan untuk membuka aplikasi, menyimpan percakapan, dan dokumen rahasia lainnya.



“Gesture unlock. Pilihan kunci ini membebaskan pengguna untuk membuat kunci dengan bentuk gambar yang dikehendaki. Misal membuat kunci dengan gambar bintang atau bentuk lainnya,” ucapnya.



Untuk privacy system, Tjandra mengibaratkan seperti bilik rahasia. Fitur tersebut dapat menyembunyikan data, foto, video, kontak, riwayat panggilan telefon, juga dokumen lainnya. Privacy system ini dapat diakses melalui papan tombol telefon (dialer plate) dengan kode yang dibuat pengguna.



Berikutnya, fitur anti-theft. Menurut Tjandra, konsumen tidak perlu lagi khawatir. Ketika perangkat mobile hilang, pengguna dapat mencari posisinya, sekaligus mengetahui siapa pencurinya dengan cara memfoto suasana sekitar atau pelakunya. Kemudian, fitur ini bisa membuat panik yang mengambil dengan membunyikan alarm. Terakhir, ini yang penting, menghapus data yang ada di perangkat mobile dari jarak jauh.



Ada enam pilihan dari fitur anti-theft dan itu dapat diakses dari perangkat mobile, laptop, atau PC desktop. Pertama, tracking. Fitur ini mampu melacak ketika ponsel hilang atau ke tangan orang lain dan nanti akan ada tampilan peta serta alamat. 



Cara melacaknya mudah, yakni tinggal mengakses di perangkat mobile atau PC desktop. Nantinya, akan muncul informasi pada layar peta lokasi smartphone tersebut.



Kedua manual shoot. Fitur ini dapat mengambil foto atau gambar pencuri. Jadi, pemilik dapat mengetahui secara langsung siapa yang mengambil smartphone secara langsung. 

Ketiga alarm finder. 



Fitur ini akan membuat perangkat mobile berbunyi seperti alarm. Bagi si pencuri tentu akan panik ketika mendengar suara keras. Fitur ini pun berguna saat pemilik lupa menaruh smartphone di mana.



“Keempat ada lock mobile phone. Dengan cara ini, perangkat akan terkunci dan tidak dapat digunakan. Lalu destroy data. Fitur ini memungkinkan kita untuk menghapus seluruh data di smartphone dari jarak jauh. Maka, pencuri tidak akan dapat mengambil data yang ada di dalamnya,” ucapnya.



Terakhir adalah send message. Pengguna dapat mengirimkan pesan kepada yang menemukan atau yang mengambil smartphone dalam bentuk pesan singkat. ***

Bagikan: