Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Umumnya berawan, 22.7 ° C

Burgerkill Rilis Album Adamantine, Beruang Grizzly yang Siap Menerkam

Windy Eka Pramudya

PERLU waktu tujuh tahun bagi Burgerkill untuk kembali mengguncang dengan album baru. Mengusung judul Adamantine, album kelima unit metal asal Kota Bandung itu siap dirilis, Minggu 15 April 2018. 

Perilisan Adamantine berbarengan dengan konser Killchestra yang akan digelar di Sasana Budaya Ganesha, Jalan Tamansari, Kota Bandung.

Memasuki usia 23 tahun, Burgerkill makin solid dihuni Eben dan Agung (gitar), Vicky (vokal), Ramdan (bas), dan Putra (drum). Album Adamantine menjadi pembuktian mereka yang makin tangguh dan kokoh sebagai grup musik. 

Proses pengerjaan Adamantine yang lama dan lebih rumit menjadi ujian yang berhasil Burgerkill lewati. Sebelum Adamantine, Burgerkill telah merilis album Dua Sisi (1998), Berkarat (2003), Beyond Coma and Despair (2006), dan Venomous (2011).

Gitaris Agung menyatakan, awalnya album kelima ini akan dirilis pada 2015 karena bertepatan dengan usia 20 tahun Burgerkill. Namun, rencana itu meleset karena sejumlah hal seperti padatnya jadwal dan terjadi pergantian personel. Selain itu, mereka juga banyak melakukan revisi pada track yang sudah direkam.

"Misalnya, lagu sudah selesai direkam, kami dengarkan, kami tidak puas. Diulang lagi. Selama rekaman, kami mencari formula yang tidak pernah dihasilkan Burgerkill selama ini," tutur Agung di Kantin Nasion The Panas Dalam, Jalan Ambon, Kota Bandung, Selasa 10 Maret 2018.

Menurut Agung, album Adamantine yang berisi sembilan lagu itu menjadi bentuk baru musikalitas Burgerkill. Dari sembilan lagu, Agung membocorkan tiga nomor yang menjadi materi Adamantine yakni Undefeated, Integral, dan Superficial. Ada pula satu lagu cover milik musisi legenda Indonesia yang mereka kagumi.

Single andalan dari Adamantine adalah Integral yang akan dirilis Jumat, 13 April 2018 termasuk video klipnya. Bagi Burgerkill, Integral merupakan lagu yang menggambarkan kondisi Burgerkill saat ini, yaitu soliditas untuk menghasilkan sesuatu yang besar.

"Tantangan paling berat mengerjakan Adamantine adalah bagaimana caranya agar orang mendengar album ini sebagai sesuatu yang baru dan berbeda. Kami merasa sudah maksimal dan membuat yang terbaik, mudah-mudahan pendengar merasakan itu," ujar Agung.

Beruang grizzly



Sementara itu, Eben menyebutkan, arti judul Adamantine bagi Burgerkill adalah mata rantai yang tak bisa putus. Album ini menjadi persembahan untuk teman-teman di komunitas. Dengan kekompakan yang tak pudar, skema metal menjadi lebih kuat dan menakutkan.

Hal itu berkaitan dengan ilustrasi sampul album Adamantine yang menampilkan seekor beruang grizzly sedang membuka mulutnya dan menampilkan deretan gigi tajam. Menurut Eben, beruang grizzly memvisualisasikan album Adamtine. 

Beruang grizzly digambarkan besar, tenang, tapi menakutkan. Di mata rantai hewan, beruang grizzly bukan binatang buas nomor satu, tapi dia berbahaya.

"Kami tidak pernah bermimpi jadi band metal nomor satu. Akan tetapi, kali ingin jadi band metal yang berbahaya," ujar Eben.

Hal senada juga diungkapkan Vicky yang mengatakan, Adamantine merupakan zat atom yang sulit dihancurkan. Namun, kekuatan ini bukanlah untuk keangkuhan. Bagi Burgerkill, Adamantine menjadi kekuatan untuk melahirkan sesuatu yang besar. 

Pada perjalanannya, kata Vicky, Burgerkill ingin menjalin kolaborasi dengan siapa pun. Mereka ingin komunitas metal tetap hidup dan berjalan.

Apakah para Begundal siap menyambut Adamantine?***

Bagikan: