Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Sebagian cerah, 28.2 ° C

Cegah Stroke dengan Sayuran Cruciferous

WANITA yang memakan brokoli, kembang kol dan kubis brussel akan memiliki risiko terserang stroke yang rendah, menurut sebuah penelitian. Seperti dilansir Daily Mail, bagi mereka yang memakan sayuran tersebut hingga tiga atau lebih porsi setiap harinya, mereka akan memiliki pembuluh darah yang lebih sehat.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa kelompok sayuran “cruciferous”, yakni sayuran yang memiliki serat tinggi, kaya mineral, beta-karoten, asam folat, vitamin C, vitamin E, dan vitamin K ini sangat bermanfaat bagi tubuh. Yang termasuk sayuran “cruciferous” adalah brokoli, kembang kol, kale, lobak, taoge dan bok choy.

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Australia ini melihat ketebalan arteri karotid, pembuluh darah di leher. Jika arteri karotid tersebut berada di atas ketebalan tertentu, maka dapat menyumbat aliran darah ke otak dan meningkatkan risiko terkena stroke.

Penelitian ini merupakan yang pertama dari jenisnya untuk memerikasa bagaimana dengan memakan sayuran tertentu dapat memengaruhi pembuluh darah. Peneliti dari University of Western Australia di Crawley membagikan kuesioner makanan kepada 954 wanita yang berusia 70 tahun ke atas.

Kemudian, mereka melakukan tes ultrasound untuk mengukur ketebalan arteri karotid peserta. Wanita yang memakan sayuran 3 atau lebih porsi seharinya, arteri karotidnya 0.05 mm lebih tipis daripada mereka yang tidak makan sayuran sama sekali.

Walaupun perbedaannya kecil, mengurangi ketebalan 0.1 mm saja sudah dapat menurunkan risiko stroke hingga 20 persen.

Mengatasi penyakit jantung



Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American Heart Association itu juga menemukan bahwa kelompok sayuran “cruciferous” sangat efektif mengurangi risiko penyakit jantung.

Arteri karotid menebal karena penumpukan plak, yang disebabkan oleh penumpukan lemak dan endapan kolesterol. Jika itu semakin tebal, maka kemungkinan pembuluh darah lain yang ada pada tubuh juga menjadi tebal dan kondisi tersebut dikenal sebagai aterosklerosis.

"Ini hanyalah salah satu dari beberapa penelitian yang telah meneliti dampak pontesial dari berbagai jenis sayuran pengukuran atherosklerosis subklinis, penyebab penyakit kardiovaskular,” ujar Dr. Lauren Blekkenhorst.

Dia menjelaskan, setelah disesuaikan dengan gaya hidup, faktor risiko penyakit kardiovaskular (termasuk penggunaan obat) serta jenis sayuran dan faktor makanan lainnya, ketebalan dinding arteri karotid ternyata dapat dicegah.

“Namun, panduan makanan harus menekankan pentingnya meningkatkan mengonsumsi sayuran cruciferous untuk perlindungan dari penyakit jantung," ujarnya.

Disebutkan, walaupun penelitian ini dilakukan pada wanita, manfaat yang sama juga akan didapatkan oleh pria. (Ines Anggun)***

Bagikan: