Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 22.8 ° C

Ram Dance Selecta Hadirkan Pesta Dansa ala Jamaika

Muhammad Irfan
YALA Yala dan King I memandu beat yang dimainkan Yella Sky Sound System dalam acara "Ram Dance Selecta: Jamaican Sound Fair" di Ujenk Gemi, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Jumat 23 Maret 2018 malam. Dalam acara ini, tampil sejumlah DJ yang memainkan lagu-lagu ska, reggae, rocksteady, dan dub.*
YALA Yala dan King I memandu beat yang dimainkan Yella Sky Sound System dalam acara "Ram Dance Selecta: Jamaican Sound Fair" di Ujenk Gemi, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Jumat 23 Maret 2018 malam. Dalam acara ini, tampil sejumlah DJ yang memainkan lagu-lagu ska, reggae, rocksteady, dan dub.*

DENTUM suara bass dengan ketukan canggung bersahutan di Ujenk Gemi Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Jumat 23 Maret 2018 malam. Nampak beberapa dari pengunjung asyik berdansa dengan gayanya masing-masing seraya mendekati meja berisi mixer dan sejumlah turntable. Mendengarkan musik yang kerap disebut dub, keriaan ini merupakan bagian dari acara bertajuk "Ram Dance Selecta: Jamaican Sound Fair".

Secara umum, dub adalah salah satu cabang dari musik Jamaika layaknya ska yang kemudian menjadi rocksteady dan reggae. Bedanya, dub tidak berfokus pada penampilan langsung band tetapi meracik beberapa lagu yang sudah ada untuk kemudian dimanipulasi menjadi karya yang terdengar baru.

Dimulai sejak 1960-an sebagai sebuah eksperimen dari tiga sound engineer/produser musik Jamaika yakni Osbourne "King Tubby" Ruddock, Lee "Scratch" Perry, Errol Thompson, subgenre ini kerap kali menonjolkan penggunaan efek echo, reverb, dan delay sebagai penghantar dari bagian-bagian lagu yang di-remix. Selain itu ada pula satu atau dua toaster yang bertugas layaknya MC/rapper dalam musik hip hop.

Subgenre ini juga tak lepas dari budaya sound system yang populer di Jamaika pada 1950-an. Budaya ini lekat dengan kelompok yang terdiri dari DJ, sound engineer, serta beberapa toaster yang berkeliling kota dan memainkan lagu-lagu ska, rocksteady, dan reggae.

Tak heran kalau kemudian di "Ram Dance Selecta: Jamaican Sound Fair" yang digagas oleh Get Sub Foundation, mixer dan deretan turntable di meja menjadi kunci dari perhelatan ini. Semua penampil yang berasal dari berbagai daerah baik Bandung, Jakarta, hingga Malaysia pun asyik jamming, berbagi racikan lagu, dan rima yang dimainkan.

Bergoyang



Dibuka oleh penampilan DJ Selector Sir Allen, lantai dansa mulai dipanaskan oleh beberapa nomor ska dan early reggae. Secara beragantian lagu-lagu yang berasal dari piringan hitam yang diputar itu bergantian menyesaki tempat acara.

Awalnya beberapa pengunjung nampak masih malu-malu untuk melantai. Namun seiring set yang terus bergema dan sesekali menampilkan nomor hits seperti "54-46 was My Number" dari kelompok vokal rocksteady lawas asal Jamaika, Toots and The Maytals, atau single megahits dari band ska The Specials, "Message to You Rudy", beberapa pengunjung pun mulai maju mendekati turntable.

Malam pun makin panas ketika King I dari The Easybabasound Malaysia mengambil alih mikrofon dan menjadi pemandu pesta. Sesaat kemudian, gerombolan dub ibu kota, Yella Sky Sound System masuk ke set bersama toaster yang juga dari Jakarta, Yala Yala.

Pelan tapi pasti, Sir Allen menyelesaikan setnya yang langsung disambung dengan set dari Yella Sky. Sedikit berbeda dari Sir Allen yang memang Deejay —istilah Jamaika untuk DJ— Selector, Yella Sky menampilkan lagu-lagu racikan sendiri yang sempat dirangkum dalam sebuah album penuh bertajuk "General Irie" pada 2017 itu.

Masih berkolaborasi dengan King I, Yella Sky dan Yala Yala pun asyik memutar nomor-nomor orisinilnya dengan sentuhan penampilan langsung yang membuat lagunya menjadi sedikit berbeda. Beberapa nomor itu di antaranya, "Irie Dong", "The Youth of Today", "Binaria Selekta", "K Meets Yala Yala", dan lain-lain.

Seni visual



Penampilan para penampil malam itu pun semakin dikemas ciamik dengan seni visual yang diputar oleh Flipside Movement untuk melatarbelakangi para penampil. Sementara itu penonton yang berdansa skankin di lantai dansa semakin riuh.

Malam belum usai seiring Yella Sky yang mulai beringsut dari set. Posisi mereka digantikan oleh Mantasticmate yang meneruskan keceriaan semalam. Menggandeng Zildjian Sjamda pada saxophone, lantai dansa di "Ram Dance Selecta" pun tak dibiarkan lengang.

Selain tiga penampil itu, "Ram Dance Selecta" juga menghadirkan sejumlah penampil lain. Di beat selection ada Metzdub, Pub Horror, Eone Cronick, DMZ, dan Nutty Sina, sementara sebagai toaster, selain King I dan Yala Yala, ada juga nama MC Eloops serta Fandy DFMC dari kongsi elektronik ibukota Javabass Soundsystem/Agrikulture. Keriaan "Ram Dance Selecta" pun kian larut.***

Bagikan: