Pikiran Rakyat
USD Jual 14.449,00 Beli 14.351,00 | Umumnya berawan, 22.7 ° C

The Theory of Everything, Film Kilas Balik Kehidupan Stephen Hawking

STEPHEN Hawking dan aktor Eddie Redmayne menghadiri premiere "The Theory of Everything" di London.*
STEPHEN Hawking dan aktor Eddie Redmayne menghadiri premiere "The Theory of Everything" di London.*

STEPHEN Hawking meninggal dunia di usia 76 tahun pada Rabu 14 Maret 2018 dini hari setelah komplikasi akibat sklerosis lateral anytrophic, penyakit neurodegeneratif progresif.

Keluarganya memberikan sebuah pernyataan pada Rabu dini hari yang mengkonfirmasikan kematiannya di rumahnya di Cambridge. Anak-anak Hawking, Lucy, Robert dan Tim mengatakan dalam sebuah pernyataan: "Kami sangat sedih karena ayah tercinta kami telah meninggal dunia hari ini. Dia adalah seorang ilmuwan hebat dan pria luar biasa yang pekerjaan dan warisannya akan dijalaninya selama bertahun-tahun. Keberanian dan ketekunannya dengan kecemerlangan dan humornya mengilhami orang-orang di seluruh dunia.”

Fisikawan dan ahli kosmologi terkenal di dunia karena teorinya tentang  lubang hitam. Dia juga memainkan perang penting dalam usaha matematis untuk menyatukan teori relativitas umum Einstein dengan bidang fisika kuantum yang muncul. Hawking membahas berbagai isu, mulai dari keberadaan kehidupan diluar bumi sampai sifat filsafat. Dia menjadi terkenal pada tahun 1988, saat dia menerbitkan buku ke khalayak umum pertamanya, A Brief History of Time: From the Big Bang to Black Holes.

Buku tersebut terjual 10 juta kopi di seluruh dunia, dan menjadikannya salah satu buku sains terlaris sepanjang masa.

Pada tahun 1963, ketika ia baru berusia 21 tahun, Stephen Hawking didiagnosis menderita penyakit motor syaraf yang melemahkan sklerosis lateral amyotrophic. Meskipun 80 persen dari mereka yang menderita ALS meninggal dalam waktu lima tahun setelah diagnosis, dan dokter Hawking sendiri memberinya kira-kira harapan hidup selama dua tahun, dia bisa bertahan selama beberapa dekade, mungkin lebih lama dari pasien lain yang menderita penyakit ini dalam sejarah medis.

Hawking menggunakan kursi roda untuk bergerak dan sistem komputer yang canggih untuk berbicara sepanjang waktu sebagai figur publik. Kisah hidupnya sempat diangkat ke dalam film layar lebar 'The Theory of Everything' yang dibintangi oleh Eddie Redmayne pada tahun 2014.

Box office



The Theory of Everything adalah film biografi drama Britania Raya tahun 2014 yang disutradarai oleh James Marsh dan diproduseri oleh Tim Bevan, Eric Fellner, Lisa Bruce dan Anthony McCarten. Naskah film ini ditulis oleh Anthony McCarten berdasarkan buku Travelling to Infinity: My Life with Stephen karya Jane Wilde Hawking. Film The Theory of Everything ditayangkan secara perdana di Festival Film Internasional Toronto pada tanggal 7 September 2014 dan dirilis di Amerika Serikat pada tanggal 7 September 2014 secara terbatas dan 26 November 2014 secara luas. Film ini mendapatkan review positif dari para kritikus.

Berdasarkan Rotten Tomatoes, film ini memiliki rating 78 persen berdasarkan 241 ulasan dengan rating raya-rata 7,3 dari 10. Berdasarkan Metacritic, film ini mendapatkan skor 72 dari 100.

Film The Theory of Everything mendapatkan $35,893,537 di Amerika Utara dan $87,833,151 di negara lain. Total pendapatan yang dihasilkan oleh film ini mencapai $123,726,688, melebihi anggaran produksi film $14 juta. Pada pembukaan akhir pekan secara terbatas, film ini mendapatkan $208,763, menempati posisi ke-28 di box office. Namun, pada pembukaan akhir pekan secara luas, film ini mendapatkan $5,011,146, menempati

posisi ke-7 di box office.

Film ini menceritakan tentang Stephen Hawking, fisikawan teoritis Cambridge yang bertahan dari penyakit motor neurone (MND) yang diperkirakan akan membunuhnya pada usia pertengahan 20an, namun akhirnya menjadi seorang pelopor studi tentang lubang hitam, penulis buku dan pengguna kursi roda paling terkenal di dunia. Serta kisah percintaannya tak lepas dari cerita dalam film tersebut. Eddie Redmayne memerankan karakter Hawking dengan kesederhanaan, keterbukaan, yang memiliki kecerdasan yang luar biasa. Ia mendapatkan banyak sekali nominasi dan memenangkan hampir seluruhnya. Film ini enyoroti tentang keajaiban dalam kelangsungan hidupnya sampai usia paruh baya. Dan menunjukan bagaimana hal ini sebagian karena semangat dan pengabdian dari istrinya kepadanya.



Sinopsis The Theory of Everything



Film dimulai saat murid Cambridge Stephen Hawking bertemu dengan Jane, dan meski awalnya malu, akhirnya mereka berdua semakin dekat. Stephen segera belajar tentang penyakitnya dan memutuskan untuk menyingkirkan Jane dari kehidupannya. Tapi Jane menegaskan mereka tetap harus bersama, mengetahui bahwa penyakitnya akan berkembang dan perlahan menyingkirkan Stephen darinya. Saat mereka akan menikah, dan Stephen segera menyelesaikan studi doktoralnya, ia mengambil studi tentang fisika kosmologis. Jane selalu berada di samping Stephen saat penyakit itu menjalar, mengganggu sistem tubuhnya, keseimbangan, ucapannya dan bahkan indera pengecapnya.

Mereka memiliki dua anak dan pekerjaan Stephen mulai mendapat sorotan. Tapi seiring berjalannya waktu, Jane mulai kehilangan semangatnya, meski dia tidak mengungkapkannya.



Ibu Jane menyarankan agar dia bergabung dengan paduan suara gereja untuk membantu mengisi waktu luangnya. Di sana ia bertemu dengan tutor paduan suara Jonathan. Jonathan mendekati Jane dan  keluarganya, bahkan dengan Stephen Hawking. Dia membantu Stephen saat keluarga melakukan perjalanan di luar rumah. Jane akhirnya mulai tertarik pada Jonathan.

Tapi Jonathan mundur saat teman dan keluarga mulai berbisik tentangnya. Saat Jane pergi bersama Jonathan, Stephen pergi untuk menonton opera. Tapi Stephen mengalami masa kritis dan mengalami koma. Para dokter ragu untuk melakukan tracheotomy padanya karena otot-ototnya sudah mengalami atrofi yang berarti kemampuan Stephen untuk berbicara akan terganggu. Jane bersikeras melakukan trakeostomi, namun keluarga tersebut kemudian berjuang untuk tetap berkomunikasi dengan Stephen.



Jane mendapat bantuan dari Elaine, yang dengan cepat memenuhi kebutuhan Stephen sementara Jane perlahan menjauh darinya. Stephen kemudian mendapat program bantuan robot yang sangat membantunya. Tapi kemudian Jane mencapai batas kemampuannya dan akhirnya dia dan Stephen

bercerai. Setelah itu Jane menikahi Jonathan. Tapi Stephen tetap mengajak Jane, sebagai pasangannya untuk menemaninya menerima gelar dari Ratu. (Wizna Hidayati Umam)***

Bagikan: