Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Sedikit awan, 24.2 ° C

Fitur Gif Hilang di Instagram? Ini Penyebabnya

INSTAGRAM untuk sementara menghapus fitur gif mereka setelah pengguna media sosial tersebut melihat ada konten rasis dalam Giphy Gif mereka. Ternyata fitur gif juga hilang dari Snapchat.

Dilansir dari TechCrunch, Snapchat mengonfirmasi bahwa mereka telah menghapus gif berkonten rasis tersebut dan menonaktifkan Giphy sampai mereka dapat memastikan kejadian tersebut tidak akan terulang kembali.

Tidak hanya Snapchat, gif berkonten rasis pun ditemukan di Instagram. Hal ini diketahui dari sebuah tweet yang ditulis oleh Lyauna Augmon yang menunjukkan adanya gif yang berunsur rasis di Instagram. Atas kejadian ini, Giphy nampaknya telah menghapus gif tersebut dan fitur gif di Instagram saat ini juga tidak lagi tersedia. Juru bicara Instagram mengatakan bahwa “Jenis konten seperti ini tidak memiliki tempat di Instagram. Kami telah menghentikan integrasi kami dengan Giphy sebagaimana mereka sedang menyelidiki masalah ini.”

Juru bicara Snapchat menyatakan bahwa semua gif yang ada di Snapchat dimaksudkan masuk ke dalam “peringkat PG (bimbingan orang tua)”, yang berarti gif tersebut sesuai untuk remaja berusia 13 tahun keatas yang secara teknis diperbolehkan di Snapchat.

Sejak awal, dalam panduan Giphy sudah melarang adanya konten yang tidak pantas namun karena mereka bekerja seperti sebuah mesin pencari yang mengindeks berdasarkan gif teratas ari situs web, sehingga hal-hal seperti itu dapat lolos.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Giphy menyatakan bahwa gif berunsur rasis tersebut muncul karena adanya kesalahan dalam konten penyaringan moderasi mereka yang memengaruhi sistem mereka. Giphy juga menyatakan bahwa masalah ini adalah tanggung jawab mereka sepenuhnya dan meminta maaf kepada para pengguna yang merasa tersinggung atas konten gif tersebut.

Kali kedua bagi Snapchat



Snapchat baru menambahkan fitur gif ini pada 20 Februari dengan berintegrasi bersama Giphy sehingga pengguna dapat menambahkan foto dan video mereka dengan gambar yang bergerak. TechCrunch mengungkapkan bahwa pada akhir Januari, Instagram juga membuat fitur serupa dan berintegrasi dengan Giphy, yang diluncurkan seminggu kemudian.

Konten rasis ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi di Snapchat. Pada tahun 2016, Snapchat dikritik karena filter “yellowface” nya yang dianggap rasis.

Kejadian ini menjadi hal yang memalukan bagi induk perusahaan Instagram, yakni Facebook. Hal ini menimbulkan keraguan pada aplikasi Messenger Kids milik Facebook, yang juga memiliki integrasi dengan Giphy yang seharusnya dalam aplikasi ini hanya menampilkan gambar dengan peringkat-G atau semua umur. (Ines Anggun)***

Bagikan: