Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 20.9 ° C

6 Pantangan Diet, Produk Rendah Lemak Salah Satunya

PERNAHKAH anda merasa berat badan Anda tidak kunjung turun padahal sudah melakukan diet sekian lama? Hal ini mungkin karena Anda kurang memperhatikan makanan-makanan yang anda konsumsi.

Tidak semua makanan dibuat dengan kandungan yang sama. Ada beberapa makanan yang dapat mempercepat penurunan berat badan Anda. Namun ada pula makanan yang justru menggagalkan perjuangan diet Anda.

Seperti dikutip dari Health.com, inilah enam makanan yang harus Anda hindari saat sedang diet:

Makanan dengan pengemulsi



Menurut seorang perawat terdaftar NYC, Rebecca Lee, pengemulsi digunakan untuk mencampurkan bahan-bahan yang susah tercampur. Pengemulsi biasanya digunakan pada makanan olahan seperti cokelat, es krim, mayones, roti, sosis dan lain-lain.

Penelitian terhadap tikus menunjukkan konsumsi bahan ini dapat berdampak pada tubuh Anda. Ia mengubah bakteri  usus sehingga memicu peradangan. Selain itu, bahan ini juga dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit jantung.

Makanan yang mengandung MSG



MSG atau Monosodium Glutamate adalah bahan perisa makanan yang bisa membuat kecanduan. Bahan ini biasa digunakan pada makanan cepat saji, ramen, daging olahan dan lain-lain.

Penelitian terhadap 750 pria dan wanita asal Tiongkok menunjukkan mereka yang menambahkan banyak MSG pada masakannya berisiko obesitas. Risiko ini tiga kali lebih besar daripada mereka yang tidak menambahkannya.

Selain obesitas, MSG juga menyebabkan fibromyalgia, hati berlemak, gula darah tinggi, asma, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, gangguan pencernaan dan lain-lain.

Pemanis buatan



Penelitian terhadap tikus menunjukkan adanya intoleransi glukosa pada tikus-tikus yang diberi makan pemanis buatan. Intoleransi glukosa adalah kondisi yang terkait dengan obesitas dan diabetes tipe 2.

“Pemanis buatan mengubah mikrobium usus hewan ke keseimbangan bakteri yang menyebabkan penyakit metabolik,” kata Lee menjelaskan.

Penelitian lanjutan terhadap 7 relawan manusia juga menunjukkan 4 dari mereka menjadi tidak toleran terhadap glukosa. Hal ini terjadi setelah mereka mengonsumsi dosis sakarin maksimum untuk satu minggu.

Karbohidrat olahan



Mengonsumsi makanan yang tinggi akan karbohidrat olahan, seperti pada roti, permen dan pasta, akan meningkatkan gula darah.

“Hal ini akan memicu pankreas Anda untuk memproduksi insulin untuk membersihkan gula dari darah,” jelas seorang ahli diet, Jeanette Kimszal.

Ini berarti proses pencernaan Anda akan berjalan lebih cepat sehingga menyebabkan gangguan energi. Selain itu, hal ini juga dapat merusak metabolisme Anda dalam jangka panjang.

Produk rendah lemak



Kita sering berpikiran bahwa produk rendah lemak baik untuk orang yang sedang menurunkan berat badan. Padahal, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Appetite menjelaskan produk yang rendah lemak tidak berarti mengandung kalori lebih sedikit daripada produk dengan lemak penuh.

“Makanan rendah lemak justru bisa membuat orang-orang mengonsumsi kalori lebih banyak,” jelas Rebecca Lee.

Penelitian lain menunjukkan orang-orang yang memakan muffin biasa merasa kenyang lebih lama daripada mereka yang memakan muffin bebas lemak. Hal ini tentu akan membuat intensitas makan orang yang mengonsumsi makanan rendah lemak meningkat.

Soda



Soda mengandung sirup jagung fruktosa tinggi (HFCS) yang bisa menyebabkan sindrom metabolik. Sindrom metabolik ini termasuk gula darah tinggi, tekanan darah meningkat, dan kelebihan lemak di sekitar pinggang. Kondisi ini akan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Sementara Penelitian di American Journal of Clinical Nutrition menemukan HFCS dapat memicu obesitas karena efek negatifnya terhadap metabolisme. (Annisa Fauziah)***

Bagikan: