Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Sedikit awan, 24.2 ° C

Suara Imigran di Panggung Piala Oscar 2018

Catur Ratna Wulandari

LOS ANGELES, (PR).- Pemain Film Lupita Nyong'o dan Kumail Nanjiani mencuri panggung Piala Oscar 2018 menyampaikan pesannya kepada para imigran.

Kedua pemian film ini tampil untuk membacakan pemenang Piala Oscar 2018 kategori desain produksi terbaik. Lupita Nyong'o merupakan aktris yang berasal dari Kenya. Sementara Kumail Nanjiani berasal dari Pakistan.

"Kami adalah aktor yang terus Anda dengarkan tapi sangat sulit mengucapkan nama kami," kata Lupita Nyong'o di depan hadiri di Dolby Theatre, Los Angeles, Senin, 5 Maret 2018 pagi.

Kelakar itu disamber oleh Kumai Ninjani. Ia mengatakan, nama Pakistan yang ia miliki sesungguhnya ialah Chris Pine. Lantaran aktor berkulit putih Chris Pine lebih dulu tenar, ia harus repot mencari nama panggung yang lain. 

Tawa hadirin menggelegar. Lelucon itu kemudian berganti dengan pesan yang lebih serius. Menurut mereka, isu imigran mulai pudar. Berganti dengan su-isu lain yang sedang mengemuka seperti gerakan melawan pelecehan seksual di Hollywood.

Terus bermimpi



Mereka berdua menghingatkan kepada semua imigran yang ada di Amerika Serikat untuk tetap menjaga mimpinya. "Mimpi adalah fpondasi Hollywood dan mimpi adalah fonsai Amerika," kata Lupita Nyong'o.

"Maka itu, kepada semua pemimpi di luar sana, kami berdiri bersama kalian," ujar Kumail Nanjani.

Meski gerakan melawan pelecehan seksual di Hollywood sangat gencar, Piala Oscar 2018 juga memberi tempat untuk membicarakan isu keberagaman, termasuk keberagaman latar belakang ras dan gender. Tampak dari penampilan lagu This Is Me yang merupakan soundtrack film The Greatest Showman. Pennyanyi sekaligus penari latar tak didominasi oleh kulit putih. Wajah-wajah Afro-Amerika, Asia, juga perempuan berhijab ikut bearksi di atas panggung.***

Bagikan: