Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Hujan, 21.6 ° C

Dunia Militer Pengaruhi Akting Adam Driver Sang Kylo Ren di Star Wars: The Last Jedi

Yusuf Wijanarko

DALAM saga terbaru Star Wars, Star Wars: The Last Jedi, Adam Driver tampil memukau sebagai sosok antagonis menyebalkan, Kylo Ren. Namun dalam kehidupan nyata, dia jauh dari sifat tersebut.

Saat dia menengok kembali perjalanan kariernya, dia menyebut bahwa pengalamannya kala menjadi personel marinir Amerika Serikat menjadi masa-masa krusial yang memberinya bekal hingga sukses sebagai aktor kelas A di Hollywood saat ini. Berkat perannya dalam dua film Star Wars, nama Adam Driver kian diperhitungkan.

Adam Driver bergabung dengan militer sesaat usai peristiwa 9/11 pada 2001 silam. Namun setelah dua tahun, dia harus kembali menjadi warga sipil karena mengalami cedera dan tidak bisa bertugas di Irak.

Saat itulah dia mulai menekuni dunia peran. Sikap pantang menyerah yang didapatnya ketika menjadi prajurit marinir terus dibawanya saat dia berjuang menapaki karier di dunia hiburan.

“Angkatan Laut adalah tempat terbaik untuk belajar akting. Militer dan teater punya kesamaan. Kita bekerja secara kelompok menyelesaikan misi yang lebih penting dari diri sendiri.  Marinir juga mengajari saya agar tidak mudah menyerah dan bertahan hidup,” ujarnya.

“Saya pergi ke New York untuk menjadi aktor. Kalaupun gagal, saya bisa hidup menggelandang di belakang toko roti dan terus mencoba,” katanya.

Satu fakta menarik tentang Adam Driver, sang sutradara Star Wars: The Last Jedi, Rian Johnson menyatakan, dia menghilangkan luka di wajah Kylo Ren. Padahal, dalam Star Wars: The Force Awakens (2015), Rey melukai wajah Kylo Ren dengan lightsaber danmeningglakan bekas luka di hidung. Dalam Star Wars: The Last Jedi, parut luka itu hilang dan justru berpindah ke dekat mata kanan.

Fakta lainnya, Star Wars: The Last Jedi adalah satu-satunya film dalam saga Star Wars yang tidak punya dialog "I have a bad feeling about this."

Padahal, kalimat itu selalu muncul dalam film-film sebelumnya. Obi Wan mengatakannya di Episode I, Anakin mengatakannya di Episode II, Obi Wan mengatakannya lagi di Episode III, Luke and Han Solo mengatakannya  di Episode IV, Prince Leia mengatakannya di Episode V, Han Solo juga mengatakannya di Episode VI, K2SO mengatakannya di Rogue One. 

Rian Johnson menyatakan, kalimat itu sebenarnya dicuapkan oleh droid BB-8 tetapi karena bukan dalam bahasa Inggris, tidak ada yang memahaminya.***

 

Bagikan: