Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 24.7 ° C

#KlipingPR John Lennon dan Keinginan Mati

Siska Nirmala Puspitasari
Pada masa jayanya, The Beatles seringkali bermain-main seakan-akan terjadi suatu kecelakaan di antara mereka. Pada foto, Lennon terbaring di lantai dalam adegan tragis. Ternyata, adegan itu kemudian menjadi kenyataan.*
Pada masa jayanya, The Beatles seringkali bermain-main seakan-akan terjadi suatu kecelakaan di antara mereka. Pada foto, Lennon terbaring di lantai dalam adegan tragis. Ternyata, adegan itu kemudian menjadi kenyataan.*

13 Desember 1980. Musisi legendaris dunia John Lennon meninggal dunia pada 8 Desember 1980 silam. Kematiannya yang tragis karena ditembak oleh  Mark David Chapman, meninggalkan duka bagi dunia. Beberapa hari setelah kematiannya, kabar seputar John Lennon masih ramai diperbincangkan Media.

Pada 'PR' edisi 13 Desember 1980, atau lima hari setelah kematiannya, pemberitaan terkait Lennon masih menghiasi halaman pertama. Diungkap, beberapa jam sebelum meninggal dunia, Lennon berbicara soal keinginannya untuk mati.

"Saya ingin mati lebih dulu dari istri saya," ujar Lennon, dalam sebuah wawancara dengan radio RKO. Sebelum tewas tertembak, John Lennon bersama sang istri Yoko Ono memang melakukan sesi wawancara dengan radio RKO.

Dalam kesempatan wawancara tersebut, Lennon juga bahkan mengungkapkan alasan keinginannya untuk mati lebih dulu daripada sang istri. "Karena jika Yoko yang mati lebih dulu, aku tak tahu akan berbuat apa. Aku tak akan bisa menanggungnya," ucapnya.

Selain mengutarakan pernyataan yang cukup mengejutkan itu, Lennon sebenarnya mengutarakan bahwa ia tengah bersemangat untuk menghadapi masa depannya. Kala itu Lennon baru kembali ke dunia musik, setelah lima tahun jeda usai mengundurkan diri dari The Beatles

Ia menganggap album terakhirnya yang direkam bersama sang istri, merupakan sambutan bagi para penggemarnya yang setia.

"Bukankan tahun 70-an adalah tahun yang penuh kejuatan. Karena itu, mari kita buat tahun 80-an menjadi tahun yang besar, karena segala hal tergantung pada apa yang kita perbuat," tuturnya.

Lennon yang baru



Selama lima tahun terakhir sebelum kematiannya, Lennon seperti menjadi sosok yang baru. Ia sebelumnya dikenal tidak hanya sebagai musisi, namun juga aktor, penulis lagu, pengarang, bahkan pengusaha.

Namun rehat dari dunia musik, ia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Belajar memasak, merawat anaknya, hingga menjadi bapak rumah tangga dalam segala hal.

Perubahan tersebut menjadi salah satu penyebab banyak penggemarnya yang mencibir Yoko Ono. Wanita kelahiran Jepang itu dinilai lebih banyak mengganggu dari pada menolong Lennon di studio rekaman. Pandangan yang tentu saja dibantah Lennon.

Sejak 1975, Lennon tidak hanya menghabiskan waktu di apartemennya di Dakota, New York. Ia juga dikabarkan seringkali berkelana ke Jepang, tanpa pernah menyentuh dunia musik yang membesarkan namanya. Selama masa itu, ia juga menghindari media.

John Lennon meninggal dunia setelah empat tembakan yang dilepaskan David Chapman bersarang di punggungnya. Jenazah Lennon dikremasi, dan Yoko Ono memutuskan tidak mengadakan pemakaman untuk sang suami. Namun ia menggelar acara renungan yang dihadiri ratusan ribu penggemarnya, untuk mengenang John Lennon.

Yoko Ono yang saat ini berusia 84 tahun masih tinggal di apartemen yang sama di Dakota, New York.***

Bagikan: