Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sedikit awan, 19.5 ° C

Joko Anwar Boyong Wewe Gombel ke Level Asia

Windy Eka Pramudya
 Para sutradara Folklore dari kiri ke kanan: Lee Sang-Woo (Korea Selatan), Eric Khoo (Singapura), Ho Yuhang (Malaysia), dan Joko Anwar (Indonesia).
Para sutradara Folklore dari kiri ke kanan: Lee Sang-Woo (Korea Selatan), Eric Khoo (Singapura), Ho Yuhang (Malaysia), dan Joko Anwar (Indonesia).

SINGAPURA, (PR).- Sukses dengan film horor Pengabdi Setan, sineas Joko Anwar akan menggarap setan wewe gombel ke layar televisi. Bersama HBO Asia, Joko sedang merampungkan serial Folklore yang akan tayang 2018 mendatang.

Proyek Folklore merupakan serial antologi horor berdurasi satu jam sebanyak enam episode yang mengambil lokasi di negara-negara Asia, yaitu Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Singapura dan Thailand.

Pada setiap episodenya, Folklore akan menghadirkan cerita takhayul dan mitos yang dipercaya di setiap negara. Dibesut sutradara dari beragam negara di Asia, setiap episode berusaha memodernisasi horor khas Asia. Setiap kisah juga mengeksplor disfungsi sosial dengan cara yang spesifik.

Penggagas dan showrunner Folklore adalah sineas asal Singapura, Eric Khoo. Eric kemudian memilih lima sutradara lain untuk memperkuat Folklore. Selain Joko Anwar dari Indonesia, ada pula Ho Yuhang (Malaysia), Lee Sang-Woo (Korea Selatan), Pen-Ek Ratanaruang (Thailand), dan Takumi Saitoh (Jepang).

Pada perilisan Folklore pada 25 tahun HBO Asia di Singapura, Kamis 30 November 2017, Joko menyebutkan, dia menyuguhkan judul A Mothers Tale. Wujud setan yang dia hadirkan adalah wewe gombel yang hadir sebagai mitos di masyarakat.

"Inspirasi ceritanya dari ibu saya. Waktu saya kecil, dia selalu bilang, saya akan diculik wewe kalau nakal. Jadi A Mothers Tale akan berkisah tentang setan perempuan yang menculik anak-anak," ungkap Joko.

Wewe gombel modern



Joko membocorkan, cerita wewe gombel yang akan dia tampilkan dikemas dalam setting modern. Dia akan mulai shooting pada Februari 2018 di Jakarta dengan dua pemain utama, dan tujuh pemain pendukung. Namun, Joko belum bisa menyebutkan nama pemain yang akan memperkuat A Mothers Tale.

"Saya menulis cerita horor sejak 20 tahun lalu. Jujur, saya sudah punya stok cerita. Jadi saat diajak proyek Folklore, saya sudah punya ide cerita, jadi tinggal pilih," kata Joko.

Joko menceritakan, dia senang menonton film horor sejak kecil. Bahkan, saat tidak punya uang untuk nonton film horor di bioskop, dia kerap mengintip lewat ventilasi kipas angin bioskop.

Film horor, kata Joko, memberinya kesan mendalam. Untuk itulah, dia selalu memasukan unsur horor ke dalam film buatannya. "Saya selalu senang membuat film horor. Ketika ada kesempatan untuk membuat serial televisi horor bersama HBO, tentu saya tidak melewatkannya," ujar Joko.

Pada Folklore, Eric Khoo akan menghadirkan cerita setan pontianak berjudul Nobody, Ho Yuhang tentang tuyul dengan judul yang masih tentatif, Lee Sang-Woo dengan Bachelor Ghost, dan Takumi Saitoh lewat Tatami. Sementara itu, sutradara asal Thailand, Pen-Ek Ratanaruang urung hadir.***

Bagikan: