Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 21.2 ° C

Momen Burgerkill Guncang Eropa dalam Film Dokumenter

Satira Yudatama
GITARIS Burgerkill True Megabenz "Ebenz" (kiri) menyampaikan penjelasan perihal materi film "Burgerkill-Blasting Europe" saat konferensi pers "DVD Release & Movie Screening" di CGV Blitz Paskal 23, Jalan Pasirkaliki, Kota Bandung, Rabu 29 November 2017. Film ini memuat kiprah personel Burgerkill pada ajang "Wacken Open Air 2015" (Jerman) dan "Bloodstock Open Air" (Inggris).*
GITARIS Burgerkill True Megabenz "Ebenz" (kiri) menyampaikan penjelasan perihal materi film "Burgerkill-Blasting Europe" saat konferensi pers "DVD Release & Movie Screening" di CGV Blitz Paskal 23, Jalan Pasirkaliki, Kota Bandung, Rabu 29 November 2017. Film ini memuat kiprah personel Burgerkill pada ajang "Wacken Open Air 2015" (Jerman) dan "Bloodstock Open Air" (Inggris).*

BANDUNG, (PR).- Penampilan band metalcore Burgerkill pada ajang "Wacken Open Air 2015" tampak penuh totalitas, beroleh sambutan positif media berskala internasional, dan penonton yang berasal dari berbagai negara.

Bahkan, performa Burgerkill mampu meraih perhatian khusus dari panitia hajat akbar tahunan musik keras taraf internasional yang berlangsung di Wacken, Jerman. Momen itu merupakan tonggak awal panitia menaruh kepercayaan kepada penyelenggara lokal Bandung guna mengelola "Wacken Metal Battle Indonesia 2017".

Perjalanan personel Burgerkill saat mengguncang panggung Eropa tertuang dalam film dokumenter plus tayangan penampilan langsung di "Wacken Open Air 2015". Bekerja sama dengan DCDC, Burgerkill merilis, dan memutar film bertajuk "Burgerkill-Blasting Europe".

Film itu dirilis perdana pada acara "DVD Release & Movie Screening di CGV Blitz Paskal 23, Jalan Pasirkaliki, Kota Bandung, Rabu 29 November 2017 malam.

Selain di Jerman, film juga memuat kiprah personel Burgerkill pada ajang "Bloodstock Open Air" (Inggris) bersama kompatriotnya, Jasad. Kala itu, Burgerkill bersama Jasad sedang menjalani tur "Blasting Europe 2015", tampil di sejumlah negara Eropa. Tujuannya, menunjukkan kualitas scene musik underground Indonesia kepada dunia. 

Wujudkan mimpi



Personel Burgerkill True Megabenz "Ebenz" (gitar), Agung Hellfrog (gitar), Ramdan (bas), Vicky Mono (vokal) menggarap langsung sinematografi. Mereka merangkai arsip video dari Refan Ramadhan, Bow Medialab, dan tim "Wacken Open Air". 

Dalam film, drummer Putra belum bergabung. Posisinya masih terisi Abah Andris yang kini hengkang sebagai drummer Burgerkill.

Ketika konferensi pers, Ebenz menyebutkan, perilisan film merupakan bagian dari deretan mimpi personel sejak lama. Proses penggarapan film relatif berjalan lancar, walau sempat tertunda karena perlu menunggu konfirmasi pihak terkait. 

"Penggunaan video milik panitia ("Wacken Open Air") bukan perkara sembarangan karena memerlukan biaya lumayan besar. Sementara kami tak punya uang untuk mendapatkan video itu," ucap Ebenz. 

Terdapat hal yang melebihi dugaan, Ebenz mengatakan, panitia memberikan video, termasuk izin pemanfaatannya dengan kesepakatan tertentu. Kualitas paket video plus muatan suara pemberian panitia begitu mumpuni. Ini cerminan dari penggarapan ajang dengan mengedepankan profesionalisme. Hal itu sangat menunjang untuk penyusunan film, tanpa perlu ada proses pengolahan tambahan. 

Dia berharap, tayangan film dapat mendorong motivasi sesama pemusik underground agar terus mengembangkan karier, berani bersaing di tingkat internasional. Andaikan punya kesempatan, Ebenz mewakili rekan bandnya ingin menyelenggarakan roadshow pemutaran film ke sejumlah kota, sekalian mempererat silaturahmi dengan unit scene underground. 

"Untuk menjadi band keren tak mesti mengandalkan jalur arus utama. Pemusik underground juga bisa mengepakkan sayap sejauh mungkin, asal memiliki komitmen kuat," ujar Ebenz. 

Hasil kerja keras



Mantan drummer Burgerkill Abah Andris turut hadir saat konferensi pers. Ia menyampaikan pengalamannya tampil di Eropa. Dia mengaku sangat bangga sempat menjadi bagian Burgerkill, menunjukkan karya sampai ke luar negeri.

"Capaian itu merupakan hasil dari ketekunan dengan tahapan proses panjang, bukan terjadi secara tiba-tiba," ucap dia. 

Sementara itu, Agung tampak terharu seusai pemutaran film. Terngiang kenangan manis sekitar dua tahun lalu. Agung bangga, dapat mempersembahkan film kepada publik.***

Bagikan: