Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Cerah berawan, 21 ° C

Sinopsis Film Posesif, Cinta Remaja Tak Bisa Dianggap Remeh

Windy Eka Pramudya

DALAM lingkungan yang terdekat, yaitu keluarga, perilaku negatif yang tak disadari ternyata menjadi bumerang yang menakutkan. Begitu pula dengan kisah Yudhis (Adipati Dolken) dan Lala (Putri Marino).

Saat menyaksikan Film Posesif, jangan bayangkan cerita cinta remaja yang manis dan berwarna-warni seperti gulali. Bersiaplah dengan kemungkinan terburuk yang ditawarkan film berdurasi 102 menit tersebut.

Perkenalan Lala dan Yudhis bermula saat keduanya tak sengaja bertemu di ruang guru. Lala sedang menyelesaikan soal ulangan susulannya, sedangkan Yudhis hendak mengambil sepatu yang disita karena berwarna putih.

Selain sebagai siswi SMA, Lala merupakan atlet renang loncat indah karena obsesi ayahnya (Yayu Unru). Sementara itu, Yudhis adalah murid baru yang mendadak tenar di sekolah karena tampan.

Seperti fase cinta monyet lazimnya anak SMA, hubungan Yudhis dan Lala berjalan indah. Perasaan jatuh cinta yang berbunga-bunga.

Lala bahkan memilih berbohong pada ayahnya saat dia pergi bersama Yudhis, tapi bilang habis belajar kelompok. Para sahabat Lala, yaitu Ega (Gritte Agatha) dan Rino (Chicco Kurniawan) juga mulai merasakan ada perubahan dalam diri Lala, karena Lala baru pertama kali pacaran.

Jebakan janji



Namun, janji setia Yudhis dan Lala ternyata menjadi jebakan. Saat Lala sibuk menyiapkan diri untuk mengikuti seleksi atlet, Yudhis marah karena Lala mengabaikan dia. 

Di sisi lain, ayah Lala seperti tak menganggap Lala ada di arena. Puncaknya saat Lala memutuskan untuk mundur dari seleksi atlet dan memilih untuk bersama Yudhis.

Kisah Yudhis dan Lala tak berhenti di situ. Soalnya, sikap posesif Yudhis makin menjadi. Yudhis cemburu pada Rino, sahabat Lala sejak sekolah dasar.

Lala tak pernah dibiarkan sendiri. Jika sedang tak bersama, Yudhis akan mencari Lala dengan menelefon sampai puluhan missed calls dan meninggalkan pesan singkat.

Lala mulai dibuat tak nyaman. Namun, dia kadung menyanyangi Yudhis. Setiap selesai bertengkar, Yudhis seperti anak kecil yang merengek minta maaf kepada Lala. 

Kejadian ini berulang, tapi Lala tak bisa melepaskan diri dari Yudhis. Lala memutuskan meninggalkan Yudhis saat Yudhis marah besar ketika tahu Lala lebih memilih kuliah di Jakarta, sedangkan Yudhis di Bandung.

Lala dan Yudhis putus. Akan tetapi, cerita mereka tak lantas berhenti. Lala berupaya menolong Yudhis. Saat ke rumah Yudhis, Lala melihat perlakuan ibu Yudhis (Cut Mini) yang posesif terhadap putra tunggalnya. Dari situ, Lala tahu, dia harus menolong Yudhis.

Eksplorasi cinta remaja



Bagaimana akhir kisah cinta Yudhis dan Lala? Lala mengambang dalam pertanyaan, apa artinya cinta? Apakah seperti loncat indah yang bila gagal, harus ia coba lagi atas nama kesetiaan? Ataukah ia hanya sedang tenggelam dalam kesia-siaan?

Film Posesif yang mulai tayang 26 Oktober 2017 itu diproduksi Palari Films dan merupakan hasil kolaborasi antara sutradara Edwin dengan penulis cerita Gina S Noer. 

Edwin mengungkapkan, dia selalu suka dengan film bertema cinta remaja. Saat ini dia mendapat kesempatan untuk menggarapnya, kenapa tidak. Lewat film Posesif, dia mencoba mengeksplorasi perasaan jatuh cinta untuk pertama kalinya terutama di usia muda.

"Pada film ini akan digambarkan tentang perasaan yang tidak terkontrol. Jatuh cinta yang intens dan jatuh cinta itu enggak main-main," ungkap Edwin.

Penulis skenario, Gina S Noer, menyebutkan bahwa proses menulis Posesif dia lakoni dengan riset pada siswa SMP sampai kuliah. Dia melihat bagaimana fenomena hubungan pacaran yang kekinian.

"Intinya dari 'Posesif' adalah jangan menganggap remeh perasaan jatuh cinta," ujar Gina.

Alur naik turun



Dengan kemampuan Edwin meramu cerita yang ditulis Gina, penonton dibuat penasaran dengan alur yang dibuat naik dan turun. Di tengah film, penonton seperti sudah merasakan klimaks, dan masalah akan selesai.

Namun, hal itu terbantahkan lagi lewat pengadegan yang detail dan kisah yang seperti tak berujung. Sampai akhir film, penonton seperti diajak berpikir tentang cinta yang ternyata tak sesederhana yang dibayangkan.

Selain menampilkan Adipati Dolken dan Putri Marino, film Posesif juga turut didukung dua pelakon peraih Piala Citra yaitu Cut Mini (Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI 2016 untuk film Athirah) dan Yayu Unru (Pemeran Pembantu Pria Terbaik FFI 2014 untuk film Tabula Rasa). 

Mereka, terutama Cut Mini menjadi pencuri perhatian dengan porsi adegan yang tak terlalu banyak, tapi memberi nyawa utuh pada film ini.***

Bagikan: