Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Umumnya berawan, 25.6 ° C

7 Fakta Tentang Bagong Kussudiardja

Yusuf Wijanarko

GOOGLE Doodle kembali membuat ilustrasi tentang tokoh Indonesia dalam mesin pencarinya. Kali ini, ada seniman multitalenta Bagong Kussudiardja. Ia lahir pada 9 Oktober 1928 di Yogyakarta sehingga hari ini Google Doodle membuat ilustrasi untuk memperingati hari ulang tahunnya yang ke-89.

Bagong Kussudiardja digambarkan sedang duduk memegang kuas cat dengan berlatarkan penari beraneka kostum. Ia tidak hanya dikenal sebagai koreografer tapi juga sebagai pelukis handal dengan menggunakan berbagai gaya lukisan, mulai dari impresionis, abstrak, hingga realis.

Berikut ini fakta tentang Bagong Kussudiardja:

1. Memulai karier sebagai penari Jawa



Tahun 1954, dia memulai karier di Yogyakarta sebagai penari Jawa klasik. Dia mengenal seni tari tersebut saat belajar di Sekolah Tari Kredo Bekso Wiromo yang dipimpin gurunya, Pangeran Tedjokusumo, dia merupakan seniman tari ternama pada masanya.

2. Sempat belajar di Amerika Serikat



Adalah sosok Martha Graham yang menjadi guru Bagong Kussudiardja semasa belajar dalam kurun waktu 1957-1958. Martha Graham merupakan pakar tari legendaris dan terkenal karena tekniknya yang mendobrak.

3. Menciptakan sejumlah karya besar



Total, ada lebih dari 200 tarian telah diciptakan oleh seniman Indonesia yang satu ini. Di antaranya adalah tarian ”Layang-layang” pada tahun 1954, tari “Satria Tangguh”, “Kebangkitan dan Kelahiran Isa Almasih” tahun 1968, dan juga ‘Bedaya Gendeng” yang diciptakannya pertengahan 1980-an.

4. Mendapat sejumlah penghargaan



Semasa berkiprah di dunia seni, Bagong Kussudairdja meraih sejumlah penghargaan untuk karya-karyanya seperti Hadiah Senei Pemerintah Indonesia yang diterimanya pada 1985, penghargaan dari Sri Paulus VI atas fragmen perjalanan Yesus Kristus, juga memperoleh medali emas berkat karyanya yang dipamerkan di Daka, Bangladesh pada 1980.

5. Cucu dari kakak Sri Hamengkubuwono VIII



Bagong Kussudairdja merupakan cucu dari G.P.H. Djuminah yang tidak lain adalah kakak Sri Hamengkubuwono VIII. Ia pun memiliki garis keturunan keraton dari kakeknya tersebut.

6. Mendirikan padepokan seni



Bagong Kussudiardja mendirikan Pusat Latihan Tari pada 5 Maret 1958. Selepas itu, pada 2 Oktober 1978, ia mendirikan Padepokan Seni Bagong Kussudiardja. Bahkan padepokan seninya pernah dijadikan lokasi pengambilan gambar film Ada Apa Dengan Cinta 2 pada 2016 lalu.

7. Pentas di 7 negara Eropa



Ia mengadakan pentas tari, seminar, lokakarya, pameran batik, dan demonstrasi menulis batik pada Desember 1984. Selama 5 bulan, ia berkeliling ke 7 negara Eropa. Ia pun mengajak 14 penari dan mengadakan 69 kegiatan. (Abdul Muhaemin)***

 

Bagikan: