Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Umumnya berawan, 23.4 ° C

Tips Menghindari Praktik Pungli di Kawah Putih Ciwidey

Siska Nirmala Puspitasari

Pesona Kawah Putih tidak pernah berhenti memukau siapapun yang mengunjunginya. Kawasan wisata alam yang terletak di Ciwidey, Kabupaten Bandung itu tidak pernah sepi pengunjung dan selalu menjadi salah satu destinasi yang wajib ditemui di antara deretan tempat wisata alam lainnya di Ciwidey.

Namun sayangnya, praktik pungli telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari geliat wisata Kawah Putih. Banyak oknum-oknum yang mencari keuntungan pribadi dari banjir wisatawan yang ingin menikmati pemandangan danau yang terbentuk dari letusan Gunung Patuha itu.

Berdasarkan hasil kunjungan "PR", Senin, 29 Agustus 2017, berikut adalah sejumlah fakta praktik calo dan pungli yang terjadi di Kawah Putih, Ciwidey dan juga tips menghindarinya. 

Tarif Parkir Irasional



Pengelola Kawah Putih telah menetapkan tarif parkir untuk kendaraan yang mengunjungi kawasan tersebut. Tarif parkir untuk kendaraan roda 4 adalah Rp 6.000, roda 2 Rp 5.000, dan Rp 25.000 untuk roda 6.

Harga parkir tersebut berlaku untuk parkir bawah, atau parkir di area sebelum pintu masuk Kawah Putih. Untuk parkir atas atau masuk hingga ke area atas dekat lokasi Kawah Putih, diperkenankan hanya untuk kendaraan roda 4 dengan membayar tarif Rp 150.000.

Sayangnya, pada praktiknya tarif yang berlaku sangat irasional. Hal ini karena kawasan parkir, terutama parkir motor dikuasai oknum setempat. Dalam kunjungan "PR", Senin, 29 Agustus 2017, oknum petugas parkir mengenakan tarif Rp 15.000 untuk parkir satu motor. Tidak hanya itu, oknum parkir tersebut juga mengenakan tarif paksa Rp 5.000 untuk satu helm.

"Helm nya harus dititipkan, Rp 5.000 satu helm. Tidak boleh digantung di motor, sudah peraturannya begitu. Kalau tidak berkenan dititipkan, silahkan helmnya dibawa ke atas," ujar salah seorang oknum parkir.

Agar tidak terjebak pungli oknum parkir, saat memasuki kawasan Kawah Putih Anda bisa mencoba bertanya ke kantor pengelola yang ada di sebelah kiri pintu masuk. Di mana area parkir yang tarifnya sesuai dengan yang telah ditetapkan pengelola? 

Jika ragu, sebaiknya tidak memarkir kendaraan di kawasan Kawah Putih. Tepat di seberang kawasan tersebut, terdapat area istirahat dengan warung-warung kopi lokal. Parkirkan kendaraan disana, kemudian berjalan kaki sedikit ke pintu masuk Kawah Putih, maka anda terhindar dari tarif parkir yang irasional. 

Tiket Box Resmi



Selain tiket parkir, selanjutnya Anda harus membayar tiket masuk. Harga tiket resmi untuk memasuki Kawasan Kawah Putih adalah Rp 20.000, ditambah Rp 15.000 untuk angkutan ontang anting.

Untuk diketahui, ontang anting adalah angkutan bermuatan sekitar 12 orang untuk menempuh perjalanan ke lokasi Kawah Putih sejauh sekitar 5 Km. Wisatawan wajib menggunakan angkutan ini, karena kendaraan dilarang masuk ke area atas Kawah Putih, terkecuali kendaraan roda 4 yang berkenan membayar lebih mahal yakni Rp Rp 150.000.

Pastikan anda membeli tiket masuk ini di tiket box resmi, bukan membayar kepada calo. Para pengendara motor adalah sasaran empuk para calo tiket masuk Kawah Putih. Modus operasi mereka adalah dengan menggiring pengendara motor yang baru saja memarkir kendaraan, untuk membeli tiket di loket mereka.

Dermaga Ponton



Membayar tiket masuk seharga Rp 20.000, ternyata tidak termasuk untuk menikmati dermaga ponton yang ada di dalam Kawah Putih. Dermaga Ponton merupakan sebuah jembatan apung di tengah danau Kawah Putih, yang dapat digunakan wisawatan untuk berfoto. Jika Anda ingin menikmati dekorasi tambahan yang dibangun pihak pengelola tersebut, persiapkan untuk kembali untuk merogoh kocek sebesar Rp 10.000 yang dibayar di tempat. Di samping jalan masuk dermaga ponton tersebut, sudah ada petugas setempat yang berjaga-jaga.

Namun tidak berfoto di dermaga ponton dijamin bukan sebuah kerugian. Karena Kawah Putih pada dasarnya sudah sangat indah untuk dinikmati dari berbagai sudut, tanpa perlu ditambah dekorasi-dekorasi buatan.***

Bagikan: