Pikiran Rakyat
USD Jual 14.558,00 Beli 14.460,00 | Umumnya berawan, 22.7 ° C

Big Ben Berhenti Berdentang, London Diselimuti Haru

LONDON (PR).- Dentang Big Ben sebanyak 12 kali pada Senin, 21 Agustus 2017 siang waktu setempat merupakan yang terakhir kalinya. Menara jam tersebut berhenti berdentang hingga empat tahun mendatang untuk renovasi besar-besaran di Gedung Parlemen.

 

Menurut Washington Post, lonceng seberat 13 ton tersebut masih akan terdengar untuk acara-acara khusus seperti Malam Tahun Baru, namun pejabat parlemen mengatakan bahwa jam tidak akan berbunyi saat perbaikan dilakukan. Elizabeth Tower, nama resmi menara yang banyak orang kenal sebagai Big ben, saat ini sebagian sudah tertutup rangka-rangka untuk perbaikan.

 

Pada jam terakhirnya, ratusan orang berkumpul di Parliament Square untuk mendengarkan dentang jam terakhir. Banyak pengguna smartphone mengangkat tinggi-tinggi untuk merekamnya. Kemudian tepuk tangan sopan terdengar diantara keremumunan begitu dentum ke dua belas telah berakhir.

 

Selama Perang Dunia II, ketika lonceng Big Ben terus berdentang, hal itu memberi pasukan semangat dan memberikan harapan kepada orang-orang di negara-negara yang diduduki. "Itu adalah darah kehidupan kita, dan itu adalah penghiburan kita, dan jam itu membuat kita waras," Ginette Spanier, mantan pemimpin Paris Pierre Balmain, pernah mengatakan kepada BBC.

 

"Ini sangat emosional," kata Jess Fulcher, warga London berusia 35 tahun, yang mengatakan bahwa dia bisa mendengar dentang jam itu dari rumahnya yang berjarak sekitar tiga mil jauhnya. "Atmosfernya menyedihkan, tapi sedih yang bahagia," katanya, mengingat urgensi perbaikan terjadwal menara tersebut. “Setidaknya, menaranya masih berdiri,” ujarnya.



 

Selama pekerjaan perbaikan, perancah akan menutupi sebagian menara, dan satu wajah jam akan ditutup, meskipun setidaknya sisi lainnya tetap dibuka. Adam Watrobski, arsitek utama di Gedung Parlemen, mengatakan melalui Los Angeles Times bahwa pihak berwenang sangat menyadari betapa besarnya minat orang-orang terhadap lonceng dan menara tersebut.

 

"Tapi anda tahu lama-lama semua bangunan harus diservis," katanya. Watrobski menambahkan bahwa setelah pekerjaan ini selesai, bangunan itu akan sehat dan aman selama 60 tahun ke depan.

 

Berhentinya dentang dari menara jam paling terkenal di negara itu telah membawa berbagai keluhan, termasuk dari Perdana Menteri Theresa May, yang berpendapat bahwa pengehentian selama empat tahun tidak mungkin benar. Dirinya mendesak peninjauan kembali keputusan tersebut.

 

Surat kabar lain berpendapat bahwa dengan rencana keluarnya Inggris dari Uni Eropa, lonceng Big Ben lebih penting daripada sebelumnya. "Sekarang lebih dari sebelumnya kita membutuhkan ikon kebanggaan nasional yang berakar pada tradisi kebebasan dan aturan hukum kita," kata Daily Telegraph dalam sebuah editorial. (Azka Faza)***

Bagikan: