Pikiran Rakyat
USD Jual 14.644,00 Beli 14.546,00 | Sebagian berawan, 20.9 ° C

Mobile Legends Digugat Atas Tudingan Menjiplak Riot Games

GAME Mobile Legends kini tengah digandrungi para pengguna smartphone. Namun, bagi para gamer PC yang akrab dengan judul game "League of Legends" (LoL), tentu tidak butuh waktu lama untuk menyadari bahwa ada sesuatu yang janggal dalam Mobile Legends. Game yang dirilis tahun lalu itu terlihat sangat mirip dengan game LoL besutan Riot Games.

Rappler.com melaporkan bahwa Riot telah mengajukan tuntutan hukum terhadap Shanghai Moonton Technology atas dugaan pelanggaran hak cipta dan merek dagang. Gugatan dilayangkan ke Pengadilan Distrik Pusat California pada tanggal 6 Juli 2017. Dalam gugatan setebal 44 halaman tersebut dijelaskan bahwa game Moonton yang dipermasalahkan adalah Mobile Legends: 5V5 MOBA, Mobile Legends: Bang bang, dan Magic Rush: Heroes.

Tidak sulit untuk mengetahui alasan kegeraman Riot pada pengembang game Mobile Legends tersebut. Moonton menjiplak League of Legends hingga ke detail-detail terkecil. Dilansir Dotesports.com, permulaan mencuatnya masalah ini adalah logo. Keduanya menggunakan font yang sama dengan latar belakang perisai sebagai logo.

Selanjutnya, mari kita tengok area medan perang Mobile Legends dan League of Legends. Telihat jelas adanya kesamaan yang sangat kentara dari segi tekstur, desain medan perang, dan skema warna antara dua game popular itu. Bahkan, lokasi dari hampir setiap tujuan di game Mobile Legends mirip dengan peta pada game LoL, Summoner’s Rift.

Dalam gugatan juga dicantumkan perbandingan antara karakter League of Legends dengan karakter Mobile Legends yang dianggap sangat mirip.

Hak cipta



Selaku pengembang game bergenre MOBA (Multiplayer Online Battle Arena), Moonton menyangkal isu ini dengan sangat tegas. “Hak cipta game kami telah terdaftar dan dilindungi banyak negara di seluruh dunia. Moonton memiliki hak kekayaan intelektual independen,” ujar Moonton seperti dilansir GameRevolution.com.

Lebih jauh lagi, Moonton bahkan berniat menuntut media yang telah memberitakan gugatan Riot. “Untuk beberapa media dan pesaing yang telah menyebarkan informasi dan rumor palsu yang bertentangan dengan kami, kami berhak melindungi diri kami sendiri dan menempuh jalur hukum,” tulis Moonton di akun Facebooknya.

Moonton tampaknya berpikir bahwa mereka bisa memenangkan kasus ini. Kenyataannya, meskipun ada pengurangan standar pembuktian untuk perusahaan swasta, kesempatan Moonton sangat tipis. Moonton mungkin tidak akan dianggap sebagai figur publik yang baik karena telah terlibat kasus pencemaran nama baik. Karena jika Moonton memang tidak bersalah, yang perlu dilakukannya hanyalah membuktikannya bukan membuat kasus baru.

Menghapus Mobile Legends: 5V5 MOBA



Jalur hukum bukanlah jalan satu-satunya yang diupayakan pengembang game indie yang didirikan pada 2006 itu. Sebelumnya, pihak Riot sudah beberapa kali meminta Google Play Store dan Apple's App Store untuk menghapus Magic Rush dan Mobile Legends: 5V5 MOBA. Saat itu, Moonton memang sempat menghapus Mobile Legends: 5V5 MOBA dari toko aplikasi. Namun, tak lama kemudian Moonton merilis ulang game yang sama persis dengan tambahan beberapa perubahan kecil dan nama baru: “Mobile Legends: Bang bang”. 

Riot yakin bahwa Moonton telah meraup ratusan ribu bahkan jutaan dolar dari hasil menjiplak LoL.

Sangat disayangkan bahwa game popular tersebut terlibat kasus pelanggaran hak cipta. Jika terbukti bersalah, kemungkinan besar fans Mobile Legends harus menelan rasa kecewa karena pemberhentian game tersebut. 

Riot menuntut untuk  mendapatkan hak penuh atas materi yang dianggap dijiplak dan ganti rugi sebesar 150.000 dolar per pelanggaran. Gugatan sudah sampai ke pengadilan dan tinggal menunggu pengadilan untuk memutuskannya. (Kintan Utari J.)***

Bagikan: