Pikiran Rakyat
USD Jual 14.598,00 Beli 14.500,00 | Berawan, 20.9 ° C

Kebebasan Berekspresi Terkekang, Musisi Jalanan Depok Dibekali Supercard

Bambang Arifianto
MUSISI jalanan memperlihatkan kemampuan bermusiknya dalam audisi pemberian Supercard di sekretariat Institut Musisi Jalanan di Jalan Baru PJKA, Akses Stasiun Depok Baru, Kampung Lio, Beji, Depok, Senin -Kamis, 22-25 Mei 2017. IMJ membuka audisi untuk pemberian kartu atau Supercard bagi para musisi jalanan se-Jabodetabek.
MUSISI jalanan memperlihatkan kemampuan bermusiknya dalam audisi pemberian Supercard di sekretariat Institut Musisi Jalanan di Jalan Baru PJKA, Akses Stasiun Depok Baru, Kampung Lio, Beji, Depok, Senin -Kamis, 22-25 Mei 2017. IMJ membuka audisi untuk pemberian kartu atau Supercard bagi para musisi jalanan se-Jabodetabek.

 MUSISI jalanan di Depok gelisah dengan kebebasan berekspresi yang terkekang oleh peraturan-peraturan daerah. Institut Musik Jalanan (IMJ) Kota Depok menginisiasi terbitnya Supercard atau support performer card. Kartu tersebut diharapkan dapat membekali musisi jalanan untuk berekpresi dan berkarya dengan merdeka.

‎"Dengan Supercard, kami ingin musisi jalanan indonesia punya lisensi resmi dan diakui oleh pemerintah," ujar Pendiri IMJ Andi Malewa kepada "PR", Senin, 29 Mei 2017.

Pemberian Supercard tidak cuma-cuma dilakukan, melainkan harus melalui seleksi dulu. ‎"Kita akan melihat mana yang benar-benar berkualitas, mana preman kedok pengamen dan mana pengemis berkedok pengamen," ucap Andi.

Keinginan supaya musisi jalanan diakui dan dijamin aktivitas berkeseniannya sangat beralasan. Andi mengungkapkan, sejumlah peraturan daerah bermunculan melarang aktivitas pengamen di jalanan. Namun, larangan itu tak dibarengi solusi agar mereka tetap bisa berkarya. ‎"Kalau hanya bisa melarang tanpa memberikan solusi, perda-perda larangan ini hanya akan melahirkan bibit-bibit kriminal baru di jalanan," ujar Andi. Di Kota Depok, beberapa pengamen malah diburu oleh pemerintah kota dan kepolisian karena tudingan kerap berbuat onar dan mengganggu keamanan warga.

Kendati demikian, Andi pun menyadari kondisi infrastruktur ‎jalan di Indonesia belum laik bagi musisi jalanan menampilkan karya dan kemampuan bermusiknya. "Kondisi infrastruktur Indonesia belum memadai untuk busking laiknya street performer di luar negeri‎," tutur Andi. Untuk itu, IMJ memperjuanka musisi atau pengamen mendapat Supercard sebagai lisensi berkarya yang dijamin pemerintah.

 

Didukung Kemendikbud



Gayung pun bersambut. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ‎mendukung pemberian Supercard kepada para musisi jalanan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek). Dengan kartu tersebut, para pengamen yang dilarang tampil di jalanan oleh pemerintah daerah setempat masih bisa unjuk kemampuan. "Dengan kartu ini,kami menggandeng pengusaha mal untuk menyediakan spot bagi musisi jalanan di area mereka," ucap Andi. IMJ melakukan audisi 24-26 Mei 2017 di  Jalan Baru PJKA, Akses Stasiun Depok Baru, Kampung Lio, Beji. 

Tahapan audisi dimulai dari pemeriksaan berkas (domisili) dan interview, audisi musik personal dan kelompok‎. Selain itu, IMJ dan Kemendikbud memberikan workshop atau pelatihan musik bersama. Tahapan tersebut diakhiri dengan uji penampilan para peserta. Saat ini, tutur Andi, tahapan audisi sudah memasuki workshop.

"Dari 120 orang yang mendaftar dari seluruh wilayah Jabodetabek, hanya sekitar 50 orang saja yang berhasil lolos sampai tahap audisi kelompok," ujarnya. Andi menambahkan, minat pengamen, terutama di Depok terbilang tinggi untuk mendaftar. ‎"Sampai hari ini masih banyak yang ingin daftar. Sayangnya kami sudah sudah tutup pendaftarannya," kata Andi. Pendaftaran dibuka pada 22-23 Mei 2017 di Sekretariat IMJ. Dia memastikan pendaftaran bakal dibuka kembali karena tingginya antusiasme musisi jalanan. "Moga-moga dalam waktu yang dekat ya," ucapnya.***

Bagikan: