Pikiran Rakyat
USD Jual 14.006,00 Beli 14.104,00 | Cerah berawan, 27.4 ° C

Keluarga Mahasiswa Teater ISBI Bandung Berikan Kesan Manis dalam "Governanti Follia"

Satira Yudatama
AKTOR memeragakan penggalan adegan pertujunkan teater lakon "Governanti Follia" dari naskah karya Riyanti Wisnu dalam gelaran "Kita Bereaksi" di lingkungan Kampus Institut Seni Budaya Indonesia Bandung, Jalan Buahbatu, Kota Bandung, Kamis, 6 April 2017. Suguhan penampilan para aktor begitu memukau, memberi kesan manis pada puncak acara yang berlangsung sejak Selasa, 4 April 2017.*
AKTOR memeragakan penggalan adegan pertujunkan teater lakon "Governanti Follia" dari naskah karya Riyanti Wisnu dalam gelaran "Kita Bereaksi" di lingkungan Kampus Institut Seni Budaya Indonesia Bandung, Jalan Buahbatu, Kota Bandung, Kamis, 6 April 2017. Suguhan penampilan para aktor begitu memukau, memberi kesan manis pada puncak acara yang berlangsung sejak Selasa, 4 April 2017.*

BANDUNG, (PR).- Pertujunkan teater lakon "Governanti Follia" dari naskah karya Riyanti Wisnu tersuguh dalam gelaran "Kita Bereaksi" di lingkungan Kampus Institut Seni Budaya Indonesia Bandung, Jalan Buahbatu, Kota Bandung, Kamis, 6 April 2017. Sebagai tuan rumah, Keluarga Mahasiswa Teater ISBI Bandung memainkan lakon tersebut secara memukau, menempelkan kesan manis pada penghujung penyelenggaraan acara yang berlangsung, 4-6 April 2017. 



Kombinasi padu berbagai elemen panggung memunculkan kemasan suguhan impresif, begitu menyita perhatian. Penerapan multimedia mewarnai set panggung, berfungsi sebagai medium yang mengilustrasikan sebagian latar adegan. Musik tema bernuansa gospel beserta gerincing lonceng mengentalkan nuansa dramatis, memicu sensitivitas perasaan.



Tampilan plot memuat bahasan perihal teori konspirasi, mengingatkan pada kiprah penganut Ordo Iluminati pada zaman pencerahan (sekitar abad 18). Salah seorang aktor memerankan tokoh pemimpin ordo, menyebarkan doktrin ajaran dengan menyamar sebagai pemuka agama. mencerminkan praktik perbudakan modern, memanipulasi ideologi, bukan melalui pengekangan fisik. 





Pemimpin ordo memerintahkan penganutnya untuk menyusup ke berbagai sektor stategis dalam tatanan pemerintahan supaya bisa mengatur kebijakan. Dia pun tergambarkan sebagai penguasa media arus utama, menebarkan wacana sesuai keinginannya, memuluskan misi untuk menguasai persepsi masyarakat dunia. Hal itu membentuk sindiran halus terhadap kondisi nyata tentang agenda setting sejumlah media arus utama yang terkesan berpihak pada kalangan tertentu. 



Ketika berlangsung adegan bernuasa tegang, aktor menyanyikan "Bohemian Rhapsody" (Queen) secara mendadak. Tingkah aktor saat beryanyi tampak menggelitik, menampakkan ekspresi tengil cenderung kocak, membuat penonton tertawa terbahak-bahak. Apalagi, dia memeragakan koreografi heboh bersama dua penganut ajarannya yang menjadi penari latar. 



Penampilan kolaborasi Himpunan Mahasiswa Tari, Karawitan, Musik Bambu ISBI Bandung memeriahkan sesi penutupan acara. Mereka menampilkan kabaret, berpadu dengan suguhan musik istrumental, serta serangkaian koreografi atraktif. ***

Bagikan: