Pikiran Rakyat
USD Jual 14.426,00 Beli 14.126,00 | Umumnya berawan, 24.4 ° C

Festival The World of Ghibli, Menjawab Kerinduan Penggemar

Muhammad Irfan

JAKARTA, (PR).- Perusahaan animasi asal Jepang, Studio Ghibli yang telah berdiri sejak 1985 silam memiliki pengaruh kuat di dunia animasi. Beberapa karyanya memiliki karakteristik detil dan keunikan tersendiri dengan alur cerita yang mengandung unsur-unsur provokatif, imajinatif, dan emosional. Tak heran kalau karya-karya Ghibli akhirnya mendapat sambutan luar biasa dari berbagai kalangan termasuk Indonesia.

Sayangnya, meskipun sudah berkarya sejak 1985, tak banyak karya Ghibli yang masuk ke Indonesia. Ghibli yang dikenal salah satunya lewat karakter Totoro dulu hanya bisa disaksikan oleh orang 'berpunya' yang bisa mendatangkan blueray-nya. 

Kondisi kemudian berubah ketika internet mulai maju. Namun itu pun tak berarti banyak, karena penggemar Ghibli di Indonesia hanya bisa menyaksikan lewat unduh digital yang ilegal dengan resolusi yang tak begitu bagus.

Berangkat dari besarnya animo ini, Kaninga Pictures, perusahaan film Indonesia akhirnya menggandeng Studio Ghibli untuk menyelenggarakan festival The World of Ghibli Jakarta di Indonesia. Festival yang akan dimulai sejak 1 April hingga 7 September 2017 ini rencananya akan memutar 22 film buatan mereka di 17 kota di Indonesia. 

Menurut Direktur Utama Kaninga Pictures Willawati awalnya film yang akan diputar hanya lima, tetapi karena permintaan cukup banyak akhirnya film lain pun direncanakan akan tayang.

"Awalnya hanya lima film, yakni "Spirited Away", "My Neighbor Totoro", "Ponyo on the Cliff by the Sea", "Princess Mononoke", dan "Hows Moving Castle". Tapi karena banyak yang minta lagi kami akan putar pada Oktober 2017 hingga Maret 2018 film lainnya. Jadi selama satu tahun kita bisa menikmati 22 film Ghibli di Indonesia, yang belum pernah sebelumnya," kata Willawati saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (30/3/2017).

Film-film tersebut akan diputar di 45 layar bioskop jaringan XXI yang ada 17 kota di Indonesia. Khusus di Jakarta, selain pemutaran film, festival The Ghibli World juga akan diisi dengan pameran maket latar adegan dan tokoh-tokoh dalam animasi Studio Ghibli yang diselenggarakan pada 10 Agustus sampai 29 september 2017 mendatang. 

Selain itu, ekshibisi ini juga memiliki bagian yang memperlihatkan sejarah Studio Ghibli serta proses produksi film- film Ghibli, dilengkapi materi-materi aslinya seperti concept art, storyboard, hingga poster saat pertama kali film diluncurkan.

"Ini adalah eksebisi Studio Ghibli yang pertama dan terbesar di Indonesia," ujarnya seraya menuturkan awalnya dia tak mengenal apapun soal Studio Ghibli. Namun ketika melihat respons luar biasa di acara privat screening pertama beberapa bulan lalu, Willawati pun langsung menghubungi pihak studio Ghibli.

"Saya harap ini bukan yang pertama dan terakhir sehingga film-film Ghibli bisa terus ditayangkan di bioskop Indonesia. Kami berharap lebih banyak orang Indonesia yang mengetahui film Ghibli dan kehebatan Studio Ghibli," ucapnya.

Toshio Suzuki, Direktur Eksekutif Studio Ghibli, mengaku sangat terkesan akan sambutan yang diberikan oleh para penggemar Studio Ghibli saat ia menghadiri penayangan terbatas Spirited Away pada Agustus 2016 lalu. 

“Sebelum saya datang ke sini tahun lalu, saya tidak tahu banyak mengenai Indonesia, sehingga saya sangat terkejut ketika mendapatkan sambutan yang sangat meriah dari penggemar Studio Ghibli di sini. Sambutan hangat dari penggemar tersebutlah yang akhirnya membuat kami tergerak untuk setuju mengadakan acara ini,” kata Toshio.

Pihaknya pun sudah hampir sebulan berada di Jakarta untuk memantau persiapan kegiatan ini. Namun ia tak bisa menjanjikan apakah Hayao Miyazaki, salah satu sutradara film-film Ghibli, akan hadir di Jakarta. Menurut Suzuki, sutradara 'Spirited Away' itu sudah tak memiliki keinginan untuk bepergian dengan alasan pekerjaan.

"Kedatangan beliau adalah keputusan beliau sendiri. Jadi saya tidak tahu apakah Hayao Miyazaki akan datang ke Jakarta. Namun yang saya tahu, beliau tak mau pergi jauh-jauh untuk urusan pekerjaan, jadi mungkin suatu hari kalian bisa bertemu Hayao Miyazaki sedang berlibur," ucapnya berkelakar.

Mulai tanggal 1 April 2017, masa pra-penjualan tiket ekshibisi The World of Ghibli akan dimulai secara online di www.worldofghibli.id. Tiket masuk harian dapat dibeli dengan harga Rp 250,000 untuk pelajar, mahasiswa, anak-anak, dan lansia, serta Rp 300,000 per hari untuk umum. Saat ini, penjualan tiket untuk film pembuka fase pertama, Spirited Away, juga telah dimulai di situs yang sama.

Dalam konferensi pers ini hadir pula pihak Marubeni Indonesia, dan Hakuhodo DY Media Partners yang juga bekerjasama dalam kegiatan ini serta beberapa artis pendukung seperti Sherina Munaf, yang didapuk untuk menyanyikan lagu-lagu tema film Ghibli yang akan diputar dalam festival "The World of Ghibli" di 17 kota di seluruh Indonesia, 1 April hingga 7 September 2017. ***

Bagikan: