Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Cerah berawan, 20.2 ° C

Jalan Panjang Indonesia Menuju Migrasi Jaringan 5G

TEKNOLOGI internet akan terus berkembang dan semakin maju. Setelah memasuki era 4G, ada baiknya kita mempersiapkan diri untuk kehadiran 5G yang tentunya lebih cepat dan memudahkan kita dalam beraktivitas menggunakan gadget.

Ketika kita beralih dari 3G ke 4G LTE, kita terfokus pada peningkatan kecepatan koneksi. Namun 5G bukan hanya sekadar kecepatan tetapi juga peningkatan fungsi seperti responsivitas dan hal lainnya yang belum bisa dilakukan di era sebelumnya.

Dilansir dari USA Today, beberapa perusahaan sudah membuat perkiraan peluncuran produk yang dilengkapi dengan 5G. Misalnya saja Lenovo dan Samsung sama-sama mengatakan bahwa mereka akan meluncurkan produk dengan 5G pada akhir tahun ini. Qualcomm mengumumkan bahwa produk 5G berbasis modems akan hadir pada 2019. Produknya akan mengatasi masalah wireless ketimbang mobile.
Respon mengenai kehadiran 5G ini cukup positif. “5G memungkinkan kita berhubungan dengan cepat dan dengan mengatasi masalah teknologi yang saat ini belum dapat diatasi,” ujar John Stanker, CEOdari AT&T Entertainment Group.

Ericsson menempatkan 5G kedalam tiga kategori. Pertama yang disebut dengan “critical machine tech communications”, dimana anda dapat mengontrol sesuatu seperti self-driving vehicles dan alat untuk melakukan operasi. Kedua adalah untuk menghubungkan mesin atau sesuatu seperti mesin pesawat jet dan turbin angin. Ketiga adalah mobile broadband baik untuk bisnis atau untuk penggunaan sehari-hari.

Indonesia sendiri saat ini berada di era uji coba 4.5G oleh sejumlah operator telekomunikasi. Kehadiran 5G di Indonesia sendiri akan mengalami jalan yang panjang karena saat ini, Indonesia sendiri sedang berusaha mengembangkan dan menyebarkan 4G secara merata. Regulasi mengenai frekuensi, perangkat, dan kesiapan operator menjadi beberapa hambatan yang akan dihadapi untuk menyongsong era 5G. (Rina Siti Rahayu)***
Bagikan: