Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 27.9 ° C

Telefon Pintar tanpa Bingkai Hadir Tahun Ini

TREN desain telefon pintar (smartphone) tahun demi tahun selalu bergeser. Setelah beradu memperluas layar, lalu mempertipis bodi, tahun ini para vendor tampaknya akan berlomba mengurangi tepian layar atau dikenal dengan istilah edgeless.

Edgeless atau ada juga yang menyebutnya bezelless sebetulnya bukanlah tren yang benar-benar baru. Beberapa vendor telah memulainya beberapa tahun belakangan. Mereka merancang tepian bodi dirancang setipis mungkin, tanpa mengurangi faktor kekuatan.

Samsung misalnya, yang sejak tahun 2015 telah meluncurkan produknya premiumnya dengan embel-embel edge, Galaxy S6 Edge dan Note Edge. Varian tersebut kembali diluncurkan tahun lalu dengan generasi selanjutnya, Galaxy S7 Edge. Desain layar yang melengkung di sisi kiri dan kanan membuat telefon seluler seakan tanpa tepian sama sekali.

Pada tahun yang sama, perusahaan asal Tiongkok, Oppo meluncur seri R7 dan N3, telefon seluler berlayar 5,5 inci dengan desain tepian yang sangat tipis. Oppo menyebutnya dengan konsep borderless. Meskipun istilahnya berbeda, konsep yang diacu tidak berbeda dengan edgeless atau bezelless. Selain Samsung dan Oppo, ada juga beberapa vendor lainnya yang meluncurkan telefon seluler edgeless, seperti Sharp (Aquos Crystal X) , Motorola (Droid Razr i), dan LG (G2).

Namun, sejauh ini mereka hanya mengeksplorasi kedua sisi bodi, yaitu tepi kanan dan kiri. Sementara bagian atas dan bawah belum tersentuh atau tertutupi layar. Bagian atas terkendala dengan keberadaan speaker dan kamera depan, sedangkan di bawah masih diperlukan untuk menempatkan tombol (softkeys) home, back, dan menu. Untuk itu, rasio antara luas layar dan ukuran permukaan bodi masih berkisar antara 65 persen hingga 75 persen.

Lebih ekstrem

Konsep smartphone berdesain edgeless kembali ramai diperbincangkan beberapa bulan lalu. Pasalnya, konsep tersebut diwujudkan lebih ekstrem lagi. Jika sebelumnya hanya memangkas bingkai kiri dan kanan, beberapa vendor sekarang mengurangi juga bagian atas. Sementara sisi bawah pun hanya disisakan sedikit sekali ruang. Tidak heran jika perbandingan antara luas layar dan permukaan bodi telefon seluler dapat mencapai 90 persen.

Hal yang mengejutkan konsep extreme edgeless tersebut bukan diwujudkan perusahaan raksasa asal Amerika Serikat atau Korea Selatan, melainkan oleh produsen Tiongkok, Xiaomi. Pada Oktober tahun lalu, Xiaomi meluncur smartphone yang banyak mencuri perhatian, Mi Mix. Mereka mengklaim layar 6,4 incinya menutupi 91,3% dari seluruh permukaan bodi.

Keberhasilan Xiaomi tersebut tidak lepas dari nama Philippe Starck. Perancang berkebangsaan Prancis tersebut menganggap bezel sebagai polusi atau sangatlah menganggu dari sisi estetika.

"Kami tidak ingin ada polusi, tetapi hanya ingin melihat gambar (display). Saya ingin melihat orang yang saya cintai, tidak ada yang lain," ujar Starck di situs Dezeen.

Starck mengungkapkan rahasia Mi Mix terletak pada pemilihan material keramik sebagai bahan baku utama bodi. Material tua dan kontemporer tersebut diolah dan diproses sehingga memiliki kekuatan yang luar biasa karena strukturnya sama dengan batu giok.

Agar memungkinkan layar dapat sampai ke tepi bagian atas, Starck melakukan beberapa perubahan besar dibandingkan telefon seluler kebanyakan. Kamera depan disiasati dengan memindahkannya ke bagian bawah sebelah kanan. Sementara speaker konvensional diganti dengan komponen piezoelectric ceramic driver yang disembunyikan di balik layar. Dengan kedua inovasi tersebut, layar tanpa halangan dapat sampai ke sisi bingkai atas.

Namun, Florin T, salah seorang kritikus teknologi menilai hal yang berbeda tentang Xiaomi Mi Mix di situs Phonearena.com. Florin mengatakan bahwa tepian Mi Mix tidak setipis aslinya, terutama pada bagian ujung. Secara tegas Florin mengatakan bahwa gambar promosi Mi Mix jauh berbeda dengan telefon seluler aslinya. Menurut dia, apa yang dilakukan Xiaomi tidak jauh lebih baik dari Sharp di seri Aquos Chrystal X beberapa tahun silam.

Sebelum Xiaomi memperkenalkan Mi Mix, beredar kabar bahwa Samsung akan menerapkan konsep edgeless pada Galaxy S8. Rumor tersebut semakin menguat pada akhir tahun setelah salah seorang eksekutif Samsung, Park Won-sang memberikan bocoran kepada Forbes. Won-sang mengatakan bahwa Galaxy S8 akan memiliki layar OLED dengan konsep bezel-less atau Samsung menyebutnya edge-to-edge.

Samsung Display Principal Engineer itu memamerkan foto konsep yang menampilkan smartphone mirip Galaxy S7, tetapi tanpa tombol home di bagian bawah. Dengan menghapus tombol home, Won-sang mengklaim rasio layar terhadap permukaan bodi bisa mencapai 99%.

Sama halnya dengan Samsung, Apple pun dikabarkan akan mengubah tampilan produknya. Hal tersebut dipastikan setelah analis dari Barclays, Blayne Curtis dan Christopher Hemmelgarn menyebutkan pada Business Insider bahwa iPhone 8 akan mengusung konsep bezelless. Kemungkinan besar ukuran layarnya 5 inci dan 5,8 inci dengan ukuran bodi sama dengan iPhone 7 dan iPhone 7 Plus. Keduanya mengatakan, konsep bezel-less akan diwujudkan dengan permukaan layar yang melengkung di bagian tepi. Namun, belum ada angka pasti persentase perbandingan antara layar dan bodi iPhone 8 tersebut.

Produsen smartphone lainnya yang pada tahun ini dikabarkan akan meluncurkan produknya dengan mengusung desain edgeless di antaranya Huawei dengan Honor Magic, ZTE Nubia, Elephone, OnePlus, dan Nokia Edge. Kita tunggu saja kehadiran tren telefon pintar tanpa bingkai di tahun ini. (Yusuf Haryanto)***

Bagikan: