Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 31.8 ° C

2016, Tahunnya Smartphone Tiongkok

Mohamad Ilham Pratama

TAK terhitung berapa banyak produk smartphone atau telefon pintar yang muncul dan diluncurkan di tahun 2016 ini. Seiring dengan perkembangan teknologi jaringan 4G, hal tersebut rupanya berdampak terhadap pengapalan perangkat yang mendung 4G.

Memasuki penghujung tahun 2016, lembaga riset International Data Corporation (IDC) belum lama ini merilis terkait laporan pengapalan telefon pintar di tahun 2016. Diprediksi, jika jumlah pengiriman telefon seluler secara global akan mencapai 1,45 miliar unit. Pertumbuhan setiap tahun atau year on year pun meningkat 0,6%.

IDC pun menemukan bahwa pengiriman pernagkat 4G meningkat. Terlihat dengan menembus angka 1 miliar. Menyisakan kurang dari dua pekan lagi, IDC memperkirakan bahwa pengiriman telefon pintar 4G akan mencapai 1,17 unit. Angka tersebut meningkat 21,3 % dari tahun 2015 yang hanya 967 juta unit.

Dari data IDC, tercatat ada lima merek teratas dalam pengiriman smartphone, yakni Samsung, Apple, Huawei, Oppo, Vivo, dan lain-lain. Setiap kuartalnya, terjadi peningkatan pengiriman.

Pada Kuartal 1 (Q1) 2016, tercatat total pengiriman 334,9 juta unit dan itu meningkat dari kuartal sama di 2015 sebesar 334,4 juta unit. Pada Q2 2016 pengapalan sebesar 343,3 juta unit naik dari 342,4 juta unit di periode sama 2015, sedangkan pada Q3 2016 menjadi 362,9 juta unit dari sebelumnya pada periode 2015 Q3 sebesar 359,3 juta unit.

Walaupun secara total keseluruhan mengalami kenaikan, ada vendor rupanya yang malah mengalami penurunan dari segi volume pengapalan, salah satunya Samsung. Sejak Q1 2016 hingga Q3 di tahun ini, pengapalan Samsung terus melorot. Pada Q1 tercatat 81,9 juta unit, lalu Q2 77 juta unit, dan Q3 72,5 juta unit.

Kemudian Apple di tahun ini pada Q1 tercatat 51,2 juta unit, turun di Q2 menjadi 40,4 juta unit, mulai merangkak di Q3 menjadi 45,4 juta unit. Diurutan ketiga, Huawei pada Q1 melakukan pengapalan 27,5 juta unit, naik menjadi 32,1 juta unit di Q2, kembali menanjak di Q3 menjadi 33,6 juta unit.

Berbeda dengan Samsung, Oppo dan Vivo mengalami peningkatan sejak Q1 hingga Q3 di tahun ini. Pada Q1, Oppo mengirimkan 18,5 juta unit, lalu Q2 menjadi 22,6 juta unit, dan 25,3 juta unit di Q3. Kemudian Vivo pada Q1 mencatatkan pengapalan 14,3 juta unit, Q2 naik 16,4 juta unit, dan Q3 sebesar 21,2 juta unit.Salah satu faktor penurunan pengapalan dari Samsung adalah kasus Galaxy Note 7. Produk flagship dari vendor Korea Selatan itu gagal dijual secara masal karena baterai yang mudah panas dan rentan meledak. Dari kejadian tersebut, rupanya vendor lain yang mengambil keuntungan dari kasus yang mendera Samsung.

Apple sukses mencuri perhatian dari iPhone 7 dan 7 plus, kemudian Huawei dengan P9 dan P9 Plus yang mengandalkan dual kamera Leica. Lalu untuk Oppo dan Vivo yang mengedepankan sektor kamera depan. Seperti diketahui, kamera menjadi salah satu fitur yang kini banyak diminati konsumen.

Anthony Scarsella, selaku Manajer Penelitian Mobile Phones dari IDC menjelaskan, dengan matinya Galaxy Note 7, maka itu membuat Samsung juga vendor lainnya harus melakukan investasi lebih. Maksudnya dalam melakukan pengujian agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

Menanggapi pengapalan di tahun ini, lima vendor teratas masih dikuasai oleh pabrikan asal Tiongkok seperti Huawei, Oppo dan Vivo. Sedangkan Samsung dan Apple tetap berada di urutan ke satu dan ke dua. Namun demikian, untuk Samsung dan Apple tidak menutup kemungkinan posisinya menjadi tidak aman. Huawei, Oppo, dan Vivo kini telah memiliki produk flagship yang mumpuni dan banyak diminati pasar global. ***

Bagikan: