Pikiran Rakyat
USD Jual 14.037,00 Beli 14.135,00 | Badai petir, 25 ° C

Wayang Techno Mengawinkan Tradisi dengan Teknologi

Satira Yudatama
DALANG Asep Aceng Amung Sutarya memainkan wayang Cepot, dan Dawala dalam pergeralaran "Wayang Techo CDS" di Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat, Jalan Bukit Dago Selatan, Kota Bandung, Sabtu, 20 April 2016. Tampilan pertunjukan wayang tampak semakin menarik karena penerapan teknologi multimedia.*
DALANG Asep Aceng Amung Sutarya memainkan wayang Cepot, dan Dawala dalam pergeralaran "Wayang Techo CDS" di Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat, Jalan Bukit Dago Selatan, Kota Bandung, Sabtu, 20 April 2016. Tampilan pertunjukan wayang tampak semakin menarik karena penerapan teknologi multimedia.*
BANDUNG, (PR).- Perpaduan antara eksotisme nilai tradisi dengan pemanfaatan teknologi yang mewakili unsur modern tertuang dari pergelaran "Wayang Techo CDS" di Teater Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat, Jalan Bukit Dago Selatan, Kota Bandung, Sabtu, 20 April 2016 . Gaya pertunjukan menerapkan konsep multimedia, menyeleraskan pergerakan wayang terhadap tayangan video, tata pencahayaan, serta suara latar. Tampilan plot tetap merujuk pada galur wayang golek, memuat aksi heroik Gatotkaca, dan para Punakawan menggagagalkan niat jahat raja begal Prabu Raksa Dewa.

Dalang Asep Aceng Amung Sutarya memainkan wayang dengan gaya pop, menyisipkan potret kekinian dalam alur cerita. Dialog yang menyinggung permainan virtual "Pokémon Go", dan beberapa tokoh utama sinetron yang sedang populer tampak paling menyedot perhatian penonton. Kesan universalitas terpancar kentara saat Cepot mengenalkan diri, dan menyanyikan "Es Lilin" dengan menggunakan bahasa Inggris.

Durasi pertunjukan berlangsung relatif singkat, hanya sekitar satu jam. Asep terkesan ingin memadatkan penampilan, menyampaikan gagasan pokok dalam alur cerita, kemudian menyertakan nuansa jenaka sebagai bumbu pelengkap adegan.

Pertarungan sengit antara Gatotkaca melawan Prabu Raksa Dewa begitu memancarkan kesan kolosal, sarat oleh efek animasi atraktif. Kombinasi adegan hasil permainan dalang dengan tayangan video tampak mulus, menimbulkan kesan realistis. Tampilan tersebut merupakan adegan penutup pertunjukan.***
Bagikan: