Pikiran Rakyat
USD Jual 13.961,00 Beli 14.059,00 | Umumnya berawan, 19 ° C

Unjuk Rasa Antirasisme Warnai New York Fashion Week Mens 2016

AKSI protes Black Lives Matter di NYFW Mens 2016.*
AKSI protes Black Lives Matter di NYFW Mens 2016.*
GERAKAN protes ketidakadilan warga kulit hitam di AS, bertajuk Black Lives Matter, kian santer setelah rentetan penembakan warga kulit hitam oleh polisi kulit putih. Bahkan gerakan ini mewarnai New York Fashion Week Mens 2016.

Penata gaya rumah mode Lanvin Hannah Stoudemire memprakarsai aksi ini. Ia bersama sepuluh orang berkumpul dan berbaris rapi sembari berpakaian serba hitam. Salah satunya bertuliskan “Berhenti Membunuh Kami” serta aksesori lain dengan pesan bernada penentangan rasisme.

Hannah berpendapat, bahwasanya diskriminasi terhadap kulit hitam sudah lama terjadi di dunia mode. Bahkan jauh sebelum rentetan penembakan marak. Hanya saja, orang jarang melirik dan peduli masalah ini, seringnya kehebohan soal diskriminasi baru muncul saat ada kasus-kasus penembakan.

Oleh karena itu, Hannah memanfaatkan momentum New York Fashion Week Mens 2016 untuk berunjuk rasa menyampaikan pesan anti-diskriminasi yang khusus ditujukan ke dunia mode. Aksi protes digelar di Skylight Clarkson Square, tempat pagelaran mode digelar tanggal 12 Juli 2016.

“Saya memutuskan mengambil tempat ini karena rumah mode atau perancang busana sama sekali tidak bergeming dengan kasus penembakan, apalagi menyadari diskriminasi pada model dan desainer (berkulit) hitam,” katanya kepada Elle.

“Hampir tidak ada pengakuan dari dunia fashion untuk kulit hitam. Padahal mereka sudah menyumbang banyak budaya dan menetapkan tren fashion. Tetapi kebanyakan rumah mode kulit putih yang mengangkat budaya itu bersikap seolah tidak terjadi apa-apa sambil terus sibuk mengais keuntungan,” tambahnya.

Unjuk rasa bersifat silent protest tersebut menarik banyak perhatian pengunjung di acara fashion show, sehingga foto-fotonya tersebar di instagram. (Salwa Nurvidya)***
Bagikan: