Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Umumnya cerah, 27 ° C

Keroncong 7 Putri Mematahkan Citra Tua Keroncong

Windy Eka Pramudya
KELOMPOK Keroncong 7 Putri saat tampil di "Butterfield Music Frontyard", Minggu, 29 Mei 2016.*
KELOMPOK Keroncong 7 Putri saat tampil di "Butterfield Music Frontyard", Minggu, 29 Mei 2016.*
BANDUNG, (PR).- Citra musik keroncong yang identik dengan orang tua dan kuno berhasil diruntuhkan kelompok Keroncong 7 Putri. Aksi mereka di "Butterfield Music Frontyard" sukses menyedot antusiasme puluhan penonton yang memadati Butterfield Kitchen Jalan Dipati Ukur Kota Bandung, Minggu 29 Mei 2016.

Kelompok Keroncong 7 Putri diperkuat Gina (cak), Rahma (vokal), Intan (bas), Lisa (cello), Marsha (gitar), Prilia (cuk), dan Tria (vokal, flute). Pada penampilannya, mereka memadukan keroncong dan musik masa kini agar terdengar fleksibel. Di panggung "Butterfield Music Frontyard" mereka memberikan pengalaman baru dengan mengaransemen ulang sederet hit kekinian. Seperti "Kau Adalah" dari Isyana Sarasvati dan "Rather Be" milik Clean Bandit yang mendapat sentuhan komposisi keroncong nan rancak. Mereka juga menyuguhkan "Hold My Hand" yang aslinya dilantunkan Jess Glynne.

Selain membawakan tembang populer yang diaransmen ulang, Keroncong 7 Putri juga mengisi repertoar dengan nomor-nomor keroncong orisinal. Pada petang itu, telinga penonton dibuai dengan "Gambang Semarang" dan "Keroncong Kemayoran".

"Biasanya keroncong identik dengan membosankan dan tua. Akan tetapi, setelah kami bawakan, rasanya asyik. Akhirnya mantap di jalur keroncong. Terima kasih sudah mengapresiasi musik kami," ujar vokalis Rahma.

Selain Keroncong 7 Putri, pergelaran "Butterfield Music Frontyard" juga diisi penampilan Karinding Attack, Anantura, RVN, Nayra Dharma, Dennis Dome, dan Hookie Hook. Perhelatan "Butterfield Music Frontyard" menjadi bagian rangkaian Festival Musik 7 Titik yang mengusung tema "Bandung Pasti Asyiiik".***
Bagikan: