Pikiran Rakyat
USD Jual 14.317,00 Beli 14.219,00 | Sebagian berawan, 18.8 ° C

The Seventies Revival, Suguhan Penuh Kenangan

Satira Yudatama
BANDUNG, (PR).- Sajian lagu penuh kenangan bagi pemuda angkatan dekade 1970 mengisi penyelenggaraan "The Seventies Revival" di Ballroom BP Bumi Sangkuriang, Jalan Kiputih, Ciumbuleuit, Kota Bandung, Selasa, 29 Maret 2016. Gaya penyajian energik dari penampil, band Sharkmove, dan The Barbarian membuat lagu terdengar segar nan penuh oleh sensasi semangat.

Sebagai penampil pertama, The Barbarian membawakan rentetan lagu dari grup musik pengusung genre progresif rock asal Inggris Emerson, Lake & Palmer. Dalam penyajian, personel The Barbarian Dave Lumenta (bas, gitar, vokal, synthesizer), Krisna Prameswara (keyboard), Yandi Andaputra (drum, perkusi) tampak ekspresif, seakan hendak menyampaikan spirit musik progresif rock yang populer ada era 1970-an. Kendati tampil dengan formasi tiga personel, The Barbarian tetap berhasil menyodorkan musik utuh penuh dinamika.

Unsur musik elektronik melalui distrosi suara permainan keyboard terdengar kental pada hampir seluruh sajian. Sibuk melakukan peran ganda karena memainkan beberapa instrumen, konsentrasi personel tetap prima, cakap mengontrol peralihan transisi tempo. Kemasan sajian terdengar penuh variasi, terdiri oleh permainan harmonis, dan penonjolan bunyi salah satu instrumen.

Penghujung penampilan, Dave mengajak kalangan penonton agar bergabung ke panggung, walau tak jadi kesampaian. "Barangkali ada yang bersedia membantu, punya kemampuan vokal lebih bagus," tutur Dave.

Sharkmove yang mengusung musik psychedelic rock gantian tampil, terasa menambah suhu suasana keriuhan. Pada sajian pembuka, Sharkmove yang bepersonel Benny Soebardja (gitar, vokal), Tiwi Shakuhachi (keyboard, vokal), Jordan (gitar, flute, vokal), Rhama Nalendra (drum), Audi (bas) langsung memancing respons adrenalin oleh musih mengentak.

Pada pertengahan sajian, Benny mengundang mantan personel Shakmove Yanto Diablo, supaya bersedia nyanyi. Ketika itu, sebagian personel rehat sejenak, tersisa Benny, dan Tiwi yang memainkan musik pengiring vokal Yanto. Bukan sebatas menebar sensasi nostalgia, penampilan trio tersebut memancarkan imaji jalinan hubungan solid.***
Bagikan: