Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 24.7 ° C

Lebih Jahat Mana, Kolesterol Sapi atau Kambing?

Tachta Rizqi Yuandri
KOLESTEROL, hal itulah yang sering diasosiasikan terhadap daging domba/kambing. Atas dasar itulah, daging domba/kambing kerap menjadi musuh bagi mereka yang memiliki penyakit kolesterol tinggi. Ujung-ujungnya, kendati banyak yang sangat menyukai daging tersebut, akhirnya mesti beralih ke daging lain karena khawatir akan dampaknya terhadap penyakit mereka. Ada yang memilih daging ayam, daging ikan, atau daging sapi.

"Padahal, kolesterol antara daging domba/kambing dengan daging sapi, jauh lebih tinggi daging sapi. Daging sapi memiliki kolesterol paling tinggi 66 mg/100 gr. Sementara daging domba/kambing paling tinggi memiliki kolesterol 53 mg/100 gr. Oleh karena itu, bila yang menjadi objek adalah dagingnya, jelas daging domba kolesterolnya lebih rendah. Hanya saja, banyak masyarakat yang masih belum paham," kata Kepala Bidang Pengembangan Usaha Dinas Peternakan Jabar, Taufik Garsadi kepada ‘PR’, Senin 28 Maret 2016.

Hal ini pula yang menjadi salah satu sebab rendahnya permintaan konsumen terhadap daging domba/kambing. Berdasarkan data terbaru, permintaan daging keduanya hanya sekitar 1,45%. Sebab, dari total kebutuhan daging di Jabar sebanyak 350.453 ton per tahun, kebutuhan terhadap daging domba/ kambing hanya sekitar 5.077 ton per tahun.

Masih kalah jauh dibandingkan oleh kebutuhan terhadap daging unggas (ayam ras, ayam buras, dan itik) dan daging sapi.

Rendahnya permintaan terhadap daging domba/kambing menyebabkan adanya surplus besar hewan tersebut di Jabar. Sebab, ketersediaan daging hewan tersebut setiap tahunnya mencapai 25.246 ton.
Artinya, ada surplus setiap tahun sekitar 20.168 ton hidup domba/kambing. Sebab, pemotongan terhadap hewan tersebut hanya dilakukan bila akan dikonsumsi. Surplus itulah yang menyebabkan Jabar memiliki populasi yang sangat tinggi untuk domba dan kambing, kebalikan dari sapi.***
Bagikan: