Studi WHO Ragukan Efektivitas Remdesivir Gilead untuk Pasien Covid-19

- 17 Oktober 2020, 07:41 WIB
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO).* /ANTARA

PIKIRAN RAKYAT - Dalam beberapa penelitian sebelumnya, remdesivir dari Gilead Sciences telah menunjukkan bahwa obat itu dapat menurunkan masa rawat inap pasien Covid-19 di rumah sakit.

Namun, sebuah studi uji klinis baru oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dilaporkan bahwa remdesivir tidak memiliki efek khusus pada kelangsungan hidup pasien.

Menurut laporan Financial Times, uji klinis WHO SOLIDARITY mengevaluasi remdesivir dan tiga obat lain pada 11.266 pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit dan menemukan bahwa tidak ada obat yang 'secara substansial mempengaruhi kematian' atau menurunkan kebutuhan ventilator pasien.

Baca Juga: Lestarikan Budaya Nusantara, Kominfo Siap Digitalisasi Aksara Nusantara

"Remdesivir, hydroxychloroquine, lopinavir dan interferon tampaknya memiliki sedikit efek pada kematian di rumah sakit,” tulis penelitian tersebut, sebagaimana dikutip Pikiran-rakyat.com dari BioSpace.

Uji coba WHO juga menunjukkan bahwa obat tersebut tidak mempengaruhi rawat inap di rumah sakit, yang bertentangan dengan penelitian sebelumnya.

Namun, para ilmuwan WHO mengatakan obat itu bukanlah fokus dari uji coba, yang dirancang untuk mengevaluasi dampak pada kematian di rumah sakit. Studi ini belum ditinjau sejawat.

Baca Juga: Member BTS Ungkap Sifat Asli si Golden Maknae, Jungkook Rupanya Orang yang Sensitif

Remdesivir, yang memiliki nama merek Veklury, adalah satu-satunya obat antivirus yang diizinkan di Amerika Serikat untuk mengobati pasien Covid-19.

Halaman:

Editor: Agil Hari Santoso


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X