Takut Datang ke Faskes dan Daya Beli Turun saat Covid-19, Kesadaran Gunakan Alat Kontrasepsi Menurun

- 24 September 2020, 17:08 WIB
Ilustrasi pil KB. /Pixabay/Anga

PIKIRAN RAKYAT - Pandemi Covid-19 berpengaruh pada tingkat kesadaran penggunaan alat kontrasepsi maupun pihak-pihak yang terkait di dalamnya seperti pada pemasukan bidan dan juga apotek yang menjual alat kontrasepsi.

DKT Indonesia melakukan survey bersama dengan Lembaga riset independen untuk mengukur pengaruh pandemi terhadap pola konsumsi kontrasepsi khususnya untuk metode Suntik KB dan Pil KB, yang dilakukan di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

Head of Strategic Planning DKT Indonesia, Aditya A. Putra mengatakan, dari hasil survey menunjukkan situasi pandemi dan penetapan PSBB mempengaruhi distribusi dan pelayanan kontrasepsi, namun belum menunjukkan dampak penurunan yang signifikan terhadap keseluruhan pola konsumsi.

Baca Juga: 5 Tips Hilangkan Rasa Bosan dengan Pasangan, Salah Satunya Lakukan Hobi Baru

Dia pun menjelaskan beberapa hasil dari survey tersebut, antara lain, 26 persen Bidan menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 berdampak pada pemasukan klinik mereka, sedangkan 56 persen bidan menyatakan bahwa pandemi tidak berdampak terhadap kegiatan praktik kliniknya.

“Umumnya responden menyatakan bahwa pasien merasa khawatir untuk datang ke tempat layanan kesehatan,”ujar Aditya dalam virtual media conference Hari Kontrasepsi Sedunia 2020 #SadarBerkontrasepsi di Tengah Pandemi yang diselenggarakan oleh DKT Indonesia, Kamis 24 September 2020.

Hasil survei lainnya, jumlah layanan Suntik KB pada mayoritas Praktik Mandiri Bidan (PMB) tidak mengalami perubahan. Pada sebagian kecil responden yang mengalami penurunan layanan suntikan menyatakan bahwa hal tersebut dipengaruhi oleh menurunnya daya beli konsumen, dan karena akseptor mereka takut untuk datang ke klinik.

Baca Juga: Akui Sempat Takut Syahrini dengan Alasan Ada 'Orang Berpengaruh', Lia Ladysta: Kita Jalani Saja

“Pola demand terhadap layanan suntik KB mengalami penurunan pada masa penetapan PSBB, namun sudah mulai meningkat pada periode 1-2 bulan terakhir. Secara umum tidak terjadi perubahan pola rekomendasi metode secara drastis,” tutur dia.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

iNSulteng

Motor Tukang Ojek Diembat Maling

20 Oktober 2020, 02:49 WIB
X