Kehamilan Tak Terencana selama Pandemi Covid-19 Meningkat, Eni: Yang Usia Subur Tunda Datangi Faskes

- 24 September 2020, 16:42 WIB
Ilustrasi hamil. /Pexels/Nappy

PIKIRAN RAKYAT - Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencatat bahwa pandemi Covid-19 yang berlangsung selama bulan Maret 2020 hingga sekarang menyebabkan penurunan penggunaan kontrasepsi dan berdampak pada 420.000 kehamilan tidak direncanakan.

Sementara secara global, United Nations Population Fund (UNFPA) memperkirakan lebih dari 47 juta perempuan kehilangan akses pelayanan kontrasepsi, yang menghasilkan 7 juta kehamilan tidak direncanakan akibat kurangnya akses terhadap pelayanan kontrasepsi di masa pandemi Covid-19 ini.

Hal itu terungkap pada dalam virtual media conference Hari Kontrasepsi Sedunia 2020 #SadarBerkontrasepsi di tengah pandemi yang diselenggarakan oleh DKT Indonesia, Kamis 24 September 2002.

Baca Juga: Pekerja Bergaji di Bawah Rp 4 Juta Dominasi Pendaftar KPR Subsidi Pemerintah

Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BKKBN dr. Eni Gustina, MPH menjelaskan bahwa program KB terancam gagal selama masa pandemi ini karena beberapa hal diantaranya terbatasnya akses masyarakat menuju fasilitas kesehatan.

“Selain itu, pasangan usia subur menunda mendatangi faskes untuk mendapatkan pelayanan KB karena kekhawatiran akan tertular, hingga fasilitas kesehatan yang menyediakan pelayanan kontrasepsi tutup karena provider pelayanan KB belum sepenuhnya memiliki sarana yang diperlukan untuk mencegah penularan Covid-19,” kata dia.

Terlepas dari pandemi Covid-19, program KB di Indonesia sendiri sudah memiliki beberapa tantangan diantaranya masih tingginya angka kematian ibu dan bayi, menurunnya partisipasi masyarakat terhadap penggunaan kontrasepsi modern, terutama yang berada di wilayah perkotaan, dikarenakan masih banyaknya mitos tentang kontrasepsi yang beredar di masyarakat.

Baca Juga: Rakor Bersama Luhut, Ridwan Kamil Sebut Penanganan Covid-19 di Jabar Membaik

“Tantangan lainnya, masih tingginya angka kehamilan remaja umur 15-19 tahun serta masih tingginya kehamilan yang tidak direncanakan dan tingginya tingkat putus pakai kontrasepsi,” ujar dia.

Halaman:

Editor: Ari Nursanti


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X