Mengenal Tradisi Makepung Bali, Balapan Kerbau yang Masih Eksis Sampai Kini

- 12 Juli 2020, 06:30 WIB
Poto. Lomba Makepung/tradisi Makepung di Kabupaten Jembraba /

PIKIRAN RAKYAT - Indonesia memiliki banyak budaya dan tradisi yang diwariskan oleh leluhur sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu.

Kental dengan adat dan budaya, Bali memiliki sebuah tradisi unik dari Kabupaten Jembrana.

Tradisi Makepung (balapan kerbau) yang lahir dari semangat gotong royong para petani saat masa panen tiba.

Baca Juga: Diduga Diserang Hiu saat Berselancar, Seorang Remaja Tewas dengan Luka di Kakinya

Para tani dengan semangat kekeluargaan saling berpacu menggangkut hasil panen dengan kereta kayu yang ditarik sepasang kerbau jantan.

loading...

"Jaman nenek moyang kami di Jembrana saat panen padi, mereka gotong royong mengangkut padi dengan Gedebeg atau Cikar atau dalam bahasa Indonesia kereta kayu yang ditarik dua ekor kerbau jantan," tutur Kordinator Makepung Kabupaten Jembrana Made Mara.

Made Mara menceritakan saat mengangkut padi di sawah untuk dibawa ke rumah, mereka berjalan beriringan dan saling memacu Gedegeg dengan tujuan saling memotivasi semangat akan gotong royong.

Baca Juga: Diduga Sempat Alami Penganiayaan, Hasil Autopsi Editor Metro TV Ditemukan Lebam akibat Benda Tumpul

"Dari sanalah kemudian lahir tradisi Makepung yang terus bertahan dan berkembang hingga menjadi maskot di Jembrana," ujar Mara saat ditemui di kediamannya di Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali.

Halaman:

Editor: Rahmi Nurfajriani

Sumber: Ringtimes Bali


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X