Bukan Gas Air Mata, Dokter Ungkap Dugaan Penyebab Banyaknya Korban Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan

- 2 Oktober 2022, 17:54 WIB
Stadion Kanjuruhan Malang, sabtu malam, 1 Oktober 2022 yang dipenuhi gas air mata, YLBH sampaikan hal penting
Stadion Kanjuruhan Malang, sabtu malam, 1 Oktober 2022 yang dipenuhi gas air mata, YLBH sampaikan hal penting /Twitter @PelatihBart

PIKIRAN RAKYAT – Tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang pascapertandingan antara Arema FC melawan Persebaya turut menarik perhatian dari berbagai kalangan masyarakat.

Salah satunya oleh seorang dokter yang angkat bicara mengenai penyebab jatuhnya ratusan korban dalam tragedi memilukan tersebut.

Dalam akun Twitter pribadinya @asaibrahim, dr Asa Ibrahim mengungkapkan bahwa bukan gas air mata yang menyebabkan ratusan orang meninggal dalam kerusuhan itu.

Namun, karena situasi berdesakan sehingga menyebabkan sesak napas dan kekurangan oksigen yang membuat asupan oksigen ke otak menurun.

Baca Juga: Nama Bos Persib Teddy Tjahjono Muncul di Tengah Tragedi Kanjuruhan, Netizen: Akhirnya Aturan Tiket itu Benar

Menyebabkan penurunan kesadaran sehingga pingsan dan dapat menyebabkan penderitanya terinjak-injak dan dalam kondisi terparah terjadi kematian.

Berdesakan akan menyebabkan penurunan jumlah oksigen yang bisa kita hirup. Kondisi kekurangan oksigen (hypoxia) akan menyebabkan penurunan kesadaran akibat suplai oksigen ke otak menurun,” tuturnya dikutip oleh Pikiran-Rakyat.com.

Orang kemudian pingsan, jatuh, terus terinjak-injak. Semakin parah kondisinya sampai ada yang meninggal,” ujarnya.

Kondisi kekurangan oksigen pada otak atau cerebral hypoxia bisa menyebabkan penurunan kesadaran hanya dalam dibawah satu atau dua menit.

Halaman:

Editor: Puput Akad Ningtyas Pratiwi

Sumber: Twitter @asaibrahim

Tags

Artikel Pilihan

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

x