Apakah Obat Kumur Dapat Mengganti Masker untuk Menghentikan Penyebaran COVID-19?

- 21 Mei 2020, 12:27 WIB
ILUSTRASI obat kumur.* /PIXABAY

PIKIRAN RAKYAT – Sering mencuci tangan, mengikuti aturan jarak sosial atau fisik dan menggunakan masker dalam transportasi massal serta toko masih merupakan beberapa cara terbaik untuk melindungi diri dari COVID-19.

Namun, sebuah studi baru menemukan bahwa bahan dalam obat kumur yang tersedia secara komersial dapat merusak virus yang menyebabkan COVID-19 dengan cara membuatnya tidak berbahaya.

Laporan tersebut baru-baru ini diterbitkan dalam jurnal Funtion, menunjukkan bahwa ada kebutuhan mendesak untuk menguji efektivitas pendekatan ini dalam uji klinis.

Baca Juga: Kesaksian Netizen Soal Suara Dentuman Misterius di Bandung, Terdengar Berkali-kali dan Terekam Video

Sebelumnya penelitian telah menunjukkan bahwa mengganggu amplop lipid merupakan strategi yang efektif untuk menargetkan virus serupa.

Dikutip Pikiran-Rakyat.com dari laman Healthline, meskipun para ahli tidak merekomendasikan orang mengganti masker dengan obat kumur.

“Informasi telah muncul menyoroti betapa pentingnya tenggorokan dan kelenjar ludah sebagai tempat replikasi virus pada penyakit awal dan juga pada orang yang tidak memiliki gejala,” kata penulis utama Valerie O’Donnell, PhD, direktur, divisi infeksi dan imunitas serta co-direktur Systems Immunity Research Institute di Cardiff University.

Baca Juga: Sempat Jenguk ke Penjara sebelum Marah, Luna Maya Akui Butuh Waktu Lama Maafkan Ariel NOAH 

“Tampaknya bermanfaat untuk memeriksa apakah ada potensi penargetan antivirus langsung di tenggorokan melalui kerusakan membran,” kata Valerie.

Halaman:

Editor: Alanna Arumsari Rachmadi

Sumber: healthline


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X