Penelitian Terbaru: Benarkah Kekurangan Vitamin D Jadi Penyebab Tingginya Kematian Virus Corona?

- 9 Mei 2020, 13:37 WIB
ILUSTRASI virus corona COVID-19.* /pixabay

PIKIRAN RAKYAT -Para peneliti telah menemukan korelasi kuat antara kekurangan Vitamin D dan tingkat kematian dari virus corona, sebuah penelitian baru mengungkapkan hal tersebut.

Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Northwestern University menganalisis data dari rumah sakit dan klinik di seluruh Tiongkok, Prancis, Jerman, Italia, Iran, Korea Selatan, Spanyol, Swiss, Inggris dan Amerika Serikat.

Pasien dari negara-negara dengan tingkat kematian virus corona yang tinggi, seperti Italia, Spanyol dan Inggris, memiliki tingkat Vitamin D yang lebih rendah dibandingkan dengan pasien di negara-negara yang tidak terpengaruh parah, menurut penelitian tersebut.

Baca Juga: Gempa Bumi Mengguncang Maluku Tenggara Barat dengan Kekuatan 5,1 Magnitudo

Para peneliti juga menemukan korelasi kuat antara kadar Vitamin D dan badai sitokin, yang merupakan kondisi hiperinflamasi yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang terlalu aktif.

loading...

"Badai sitokin dapat sangat merusak paru-paru dan menyebabkan sindrom gangguan pernapasan akut dan kematian pada pasien," kata Ali Daneshkhah dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Fox News.

"Inilah yang tampaknya membunuh sebagian besar pasien virus corona, bukan penghancuran paru-paru oleh virus itu sendiri. Ini adalah komplikasi dari yang salah arah dari sistem kekebalan tubuh," tutur rekan penelitian pascadoktoral di McCormick School of Engineering Northwestern.

Baca Juga: Media India Ungkap Fakta Terbaru Kecelakaan Tragis Kereta Api Hantam 16 Orang yang Tertidur di Rel

Namun, para ilmuwan juga memperingatkan agar tidak menimbun suplemen Vitamin D.

Halaman:

Editor: Abdul Muhaemin


Tags

Komentar

Artikel Rekomendasi

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

Pikiran Rakyat Media Network

X